Asia Dominasi Denmark Open 2025: Korea Selatan, Indonesia, China dan Jepang Berbagi Gelar
Senin, 20 Oktober 2025 | 15:25
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: PBSI.id
Gelaran Denmark Open 2025 jadi bukti nyata bahwa kekuatan bulu tangkis dunia masih berada di tangan Asia. Turnamen level BWF Super 750 yang digelar di Odense ini menghadirkan pertarungan sengit antarnegara Asia yang menampilkan kualitas, daya juang, dan keindahan teknik di setiap laga final.
Korea Selatan keluar sebagai juara umum lewat dua gelar bergengsi dari sektor tunggal putri dan ganda putri. Sementara tiga gelar lainnya dibagi rata oleh Indonesia, Jepang, dan Cina.
Korea Selatan tampil luar biasa dengan membawa tiga wakil ke partai final. Satu gelar sudah pasti mereka amankan lebih dulu lewat duel “derby Korea” di nomor ganda putri.
BACA JUGA
Jonatan Christie Bersinar di Tur Eropa 2025, dari Pemain Independen Jadi Mesin Gelar Dunia
Jonatan Christie Juara Hylo Open 2025, Cetak Hattrick Gelar Tahun Ini
Comeback Gemilang! Marwan/Aisyah Terbang ke Final Indonesia Masters II 2025
Pasangan Baek Ha Na / Lee So Hee, unggulan keenam, sukses mengatasi senior mereka Kim Hye Jeong / Kong Hee Yong yang menempati unggulan ketiga. Pertarungan tiga gim selama 1 jam 15 menit itu berakhir dengan skor 15-21, 21-14, 21-15.
Kemenangan ini sekaligus mempertegas dominasi ganda putri Korea di level dunia. Kombinasi kekuatan, pertahanan kokoh, dan kecepatan rotasi membuat Baek/Lee kini dianggap sebagai salah satu pasangan paling stabil di tur BWF.
Di nomor tunggal putri, An Se Young kembali menunjukkan kelasnya sebagai ratu bulu tangkis dunia. Pemain nomor satu dunia itu menaklukkan Wang Zhi Yi dari Cina dengan skor 21-5, 24-22, kemenangan ke-15 dari total 19 pertemuan keduanya.
An tampil agresif sejak awal, membuat Wang tak sempat berkembang. Game pertama bahkan berakhir dalam tempo cepat. Namun, Wang memberi perlawanan ketat di game kedua sebelum akhirnya menyerah tipis. Dominasi An Se Young di musim 2025 ini makin menegaskan statusnya sebagai wajah baru bulu tangkis putri dunia.
Jonatan Christie: Tenang, Fokus, dan Kembali ke Jalur Juara
Sementara itu, Indonesia kembali bersinar lewat Jonatan Christie yang sukses menggagalkan ambisi Shi Yu Qi, pebulu tangkis nomor satu dunia asal Cina.
Dalam laga final yang berlangsung selama 1 jam 12 menit, Jonatan tampil tenang meski sempat kehilangan game pertama 13-21. Ia bangkit di dua game berikutnya, memaksakan tempo cepat dan memanfaatkan kesalahan lawan hingga akhirnya menang 13-21, 21-15, 21-15.
Kemenangan ini bukan hanya tentang gelar tapi juga soal mental juara. Di tengah padatnya kalender BWF, Jonatan menunjukkan kedewasaan baru dalam mengatur ritme dan fokus di momen-momen krusial.
Dengan hasil ini, Jojo (sapaan akrabnya) sukses meraih gelar BWF Super 750 pertamanya tahun ini. Capaian ini mempertegas bahwa tunggal putra Indonesia masih punya taring di level elite dunia.
Jepang dan Cina: Tetap Kuat di Tengah Persaingan Ketat
Cina sejatinya punya peluang besar mendominasi. Mereka menempatkan tiga wakil di final, Wang Zhi Yi (tunggal putri), Shi Yu Qi (tunggal putra), dan dua pasangan di ganda campuran.
Namun, hanya satu gelar yang berhasil mereka bawa pulang lewat Feng Yan Zhe / Huang Dong Ping, unggulan kedua yang menang mudah atas rekan senegaranya Jiang Zhen Bang / Wei Ya Xin dengan skor 21-13, 21-9.
Sedangkan Jepang memastikan satu gelar dari sektor ganda putra. Takuro Hoki / Yugo Kobayashi tampil solid menundukkan Fajar Alfian / Muhammad Shohibul Fikri dalam pertarungan sengit tiga game 21-18, 15-21, 21-19.
Meski kalah, performa Fajar/Fikri patut diapresiasi. Mereka menunjukkan peningkatan permainan dari sisi pertahanan dan variasi serangan, yang bisa jadi modal penting menghadapi seri Asia berikutnya.
Rekap Final Denmark Open 2025
Tunggal Putra:
Shi Yu Qi (Cina/1) vs Jonatan Christie (Indonesia/6) — 21-13, 15-21, 15-21
Tunggal Putri:
An Se Young (Korea Selatan/1) vs Wang Zhi Yi (Cina/2) — 21-5, 24-22
Ganda Putra:
Fajar Alfian / Muhammad Shohibul Fikri (Indonesia/7) vs Takuro Hoki / Yugo Kobayashi (Jepang) — 18-21, 21-15, 19-21
Ganda Putri:
Baek Ha Na / Lee So Hee (Korea Selatan/6) vs Kim Hye Jeong / Kong Hee Yong (Korea Selatan/3) — 15-21, 21-14, 21-15
Ganda Campuran:
Jiang Zhen Bang / Wei Ya Xin (Cina/1) vs Feng Yan Zhe / Huang Dong Ping (Cina/2) — 13-21, 9-21
Asia Masih Tak Tergoyahkan
Denmark Open 2025 membuktikan bahwa kekuatan bulu tangkis dunia masih terpusat di Asia. Dari lima nomor, semuanya disapu bersih atlet Asia, menegaskan bahwa dominasi kawasan ini masih jauh dari kata berakhir.
Turnamen di Odense juga memperlihatkan wajah baru kompetisi, regenerasi yang berjalan di semua negara besar. Korea Selatan dengan An Se Young dan Baek/Lee, Indonesia dengan Jonatan, serta Jepang yang terus konsisten lewat Hoki/Kobayashi.
Satu hal yang pasti, perjalanan menuju BWF World Tour Finals 2025 kini makin panas.










