Buktikan Warisan Budaya Tak Lekang Waktu, Bali Borong Empat Penghargaan Kebudayaan
Jumat, 24 Oktober 2025 | 12:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara
Provinsi Bali kembali menegaskan reputasinya sebagai pusat kebudayaan nasional. Dalam ajang Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025 Kementerian Kebudayaan, Bali smemborong empat dari lima kategori penghargaan yang diperebutkan.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Bali, I Gede Arya Sugiartha, di Denpasar, Kamis, menyebut penghargaan tersebut diraih untuk kategori Pemerintah Daerah Terbaik, Museum Terbaik, Taman Budaya Terbaik, dan Anjungan Daerah TMII Terbaik.
“Raihan ini sekaligus menegaskan posisi Bali sebagai daerah yang konsisten menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkannya di tengah arus moderenisasi,” ujar Kepala Disbud Bali itu.
BACA JUGA
Jazz Ngabuburit with The Composer 2026: Harmoni Ramadhan Bersama Maestro Musik Indonesia
Tips Liburan Nyaman di Bali Saat Libur Nyepi dan Idul Fitri Maret 2026
Ini Alasan Bali Masih Jadi Surga Wellness di Indonesia
Menurut Arya Sugiartha, keberhasilan ini tak lepas dari kerja kolaboratif antara pemerintah, pelaku budaya, dan masyarakat Bali yang selama ini bahu-membahu menjaga identitas budaya daerah.
“Kami sangat berterima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Provinsi Bali, ini adalah hasil dari dedikasi dan sinergi luar biasa semua pihak yang terus berkomitmen menjaga kebudayaan sebagai jantung kehidupan masyarakat Bali,” ucapnya.
Ia menambahkan, penghargaan tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan kebudayaan sebagai pondasi utama.
Pemerintah Provinsi Bali, kata Arya, terus memperkuat regulasi dan menghadirkan program berbasis kearifan lokal untuk melestarikan serta memajukan kebudayaan.
“Penghargaan ini menjadi bukti nyata dari komitmen dan kerja bersama dalam menjaga, mengembangkan, serta memuliakan kebudayaan Bali,” katanya.
Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 digelar dalam dua tahap. Tahap pertama, pada 25 Agustus lalu, memberikan apresiasi kepada 14 pelaku seni dan budaya.
Sementara tahap kedua yang baru saja digelar, memberikan penghargaan kepada lima kategori, yaitu Anjungan Daerah TMII, Lembaga Asing dan Perorangan Asing, Museum, Pemerintah Daerah, dan Taman Budaya. Bali hanya tidak menang pada satu kategori.
Capaian ini, lanjut Arya, menandakan Bali tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata budaya dunia, tetapi juga sebagai daerah yang berhasil menyeimbangkan kemajuan pembangunan dengan pelestarian nilai-nilai tradisi dan jati diri bangsa.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan Anugerah Kebudayaan Indonesia merupakan bentuk penghargaan negara terhadap individu, lembaga, dan pemerintah daerah yang konsisten berkontribusi dalam pemajuan kebudayaan.
“Kita berharap melalui Anugerah Kebudayaan Indonesia, pemerintah daerah semakin peduli dan aktif dalam melestarikan kebudayaan di wilayahnya masing-masing,” harapnya.
Ia menegaskan kebudayaan merupakan pondasi peradaban bangsa yang tidak boleh dipandang sebelah mata.
“Kekayaan kebudayaan kita adalah jantung peradaban, kebudayaan bukan embel-embel, melainkan pondasi seperti yang dikatakan Bung Karno, selain kedaulatan politik dan kemandirian ekonomi, bangsa yang kuat harus memiliki kepribadian dalam kebudayaan,” pungkasnya.(Antara)










