ID EN

Wisman Serbu Indonesia, Kunjungan Naik 12,3 Persen dalam Setahun Capai 14,85 Juta 

Kamis, 23 Oktober 2025 | 11:30

Penulis: Arif S

Kunjungan Wisatawan Mancanegara
Lonjakan signifikan kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara.
Sumber: Antara

Di tengah tantangan global dan gejolak ekonomi, sektor pariwisata Indonesia justru menunjukkan arah yang cerah dan menjadi motor penggerak baru bagi ekonomi rakyat. Selama 12 bulan terakhir, September 2024 - Agustus 2025, pariwisata mencatat lonjakan signifikan. 

Wisatawan mancanegara tumbuh 12,32 persen hingga mencapai 14,85 juta kunjungan, sementara wisatawan nusantara melonjak 21,69 persen, menyentuh 1,15 miliar perjalanan. 

Angka yang bukan sekadar statistik, melainkan cermin dari denyut kehidupan ekonomi di berbagai pelosok negeri dari pantai di Labuan Bajo hingga desa-desa wisata di Tanah Minang.

“Capaian ini menunjukkan pariwisata Indonesia telah kembali menjadi motor penggerak ekonomi rakyat dengan kualitas yang semakin meningkat. Lebih dari itu, kita tidak hanya mengejar angka kunjungan, tetapi juga nilai tambah dari setiap perjalanan,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Widiyanti menegaskan, pariwisata kini kembali pada fungsinya sebagai penggerak ekonomi rakyat.

“Sebagai penggerak ekonomi rakyat, pariwisata memegang peran strategis dalam membuka lapangan kerja baru, memperkuat ketahanan ekonomi daerah, serta mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan,” katanya.

Berdasarkan data BPS kuartal I 2025, sektor pariwisata menyumbang 3,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sekaligus menyerap lebih dari 25,88 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia dari pemandu wisata, pelaku UMKM, hingga seniman lokal.

Lima Program Unggulan, Lima Wajah Baru Pariwisata

Di bawah koordinasi Kementerian Pariwisata, lima program unggulan dijalankan untuk memperkuat sektor ini dari akar hingga industri.

“Gerakan Wisata Bersih, Tourism 5.0, Pariwisata Naik Kelas, Event by Indonesia, dan Desa Wisata,” papar Widiyanti.

Hasilnya, Karisma Event Nusantara dan berbagai Event by Indonesia sukses memutar roda ekonomi dengan nilai lebih dari Rp11 triliun, sedangkan pengembangan 6.153 Desa Wisata memperkuat pemerataan ekonomi dan kualitas destinasi berbasis komunitas.

Dari Sabang sampai Merauke, geliat pariwisata bukan lagi milik kota besar saja. Di desa-desa, masyarakat ikut menjadi pelaku, bukan penonton.

Pengakuan Dunia untuk Indonesia

Kinerja positif itu tak hanya dirasakan di dalam negeri, tetapi juga diakui dunia. Dalam satu tahun terakhir, Indonesia meraih 143 penghargaan internasional di bidang pariwisata.

Beberapa di antaranya penghargaan Best Tourism Village dari UN Tourism, ASEAN Tourism Awards untuk 15 desa wisata, 33 hotel meraih MICHELIN Keys hingga penobatan Bali sebagai Pulau Terbaik di Asia 2025 oleh Condé Nast Traveller.

Reformasi Regulasi dan Diplomasi Pariwisata

Capaian tersebut juga ditopang fondasi regulasi yang semakin kuat. Kementerian Pariwisata menerbitkan tujuh produk hukum strategis, termasuk Perubahan Ketiga Undang-Undang Kepariwisataan dan Peraturan Menteri tentang Satu Data Pariwisata, yang menjadi pijakan baru pengelolaan pariwisata berbasis data dan terintegrasi.

Tak berhenti di situ, sinergi lintas sektor juga diperkuat. Ada 14 kolaborasi formal dengan kementerian dan lembaga lain, serta kerja sama internasional strategis dengan Uni Emirat Arab, Tiongkok, dan Prancis. Semua diarahkan untuk membuka pintu investasi baru dan memperluas pasar pariwisata Indonesia di kancah global.

Bagi Widiyanti, pertumbuhan pariwisata bukan sekadar angka dalam laporan tahunan. Ia melihatnya sebagai hasil kerja bersama lintas sektor dan bukti nyata semangat baru Kabinet Merah Putih.

Pariwisata kini bukan hanya tentang destinasi indah atau jumlah pengunjung, melainkan nilai yang tumbuh di balik setiap perjalanan seperti lapangan kerja baru, budaya yang terjaga, dan harapan yang semakin hidup di setiap sudut negeri.(Antara)