Jakarta – Bagaimana melahirkan pegolf junior Asia yang mampu bersaing di panggung dunia? Pertanyaan itu menjadi pokok pembahasan dalam podcast ITSMe bersama host Raisha dengan CEO dan Managing Director The Junior Golf Series (The JGS), Prat "Pro Boom" Ratanakul, di sela penyelenggaraan The JGS Elite International Championship di Royale Jakarta Golf Club, 28-30 April 2026.
Dalam perbincangan ini, Prat menegaskan bahwa tantangan terbesar golf junior Asia bukan terletak pada bakat, melainkan terbatasnya akses menuju kompetisi berstandar internasional. Menurutnya, pegolf muda membutuhkan lebih banyak kesempatan bertanding, menghadapi lawan dari berbagai negara, dan berkembang dalam sistem pembinaan yang berkelanjutan.
Visi itulah yang menjadi dasar pengembangan The Junior Golf Series. Organisasi yang berdiri di Thailand pada 2010 ini terus memperluas jaringan kompetisinya di berbagai negara Asia. Indonesia menjadi bagian dari ekspansi tersebut setelah penandatanganan nota kesepahaman pada Desember 2025 yang memberikan lisensi penyelenggaraan JGS Indonesia selama lima tahun. Langkah ini membuka jalur bagi pegolf junior Indonesia untuk mengikuti kompetisi regional hingga internasional dalam jaringan The JGS.
BACA JUGA
M. Devian Targetkan Podium Dunia: Pegolf Cilik 9 Tahun Hasil Kawah Candradimuka JGS Indonesia
Bintang Baru Asia Tenggara: Passion Hsu Rajai JGS Indonesia 2026
Margoz Kamengmau Bidik Panggung Golf Internasional Lewat JGS Indonesia 2026
Prat menjelaskan, The JGS tidak sekadar menggelar turnamen, tetapi membangun ekosistem pembinaan melalui sistem Point Race. Sepanjang musim, atlet mengumpulkan poin dari setiap turnamen untuk memperoleh kesempatan tampil pada ajang yang lebih tinggi, seperti Thailand Junior Masters, Singapore Junior Masters, Taiwan Junior Open, NextGen Australian Junior Masters, hingga Asian Junior Masters. Dengan model itu, para pemain tidak hanya mengejar gelar juara, tetapi juga memperoleh pengalaman bertanding dan membangun mental kompetitif sejak usia dini.
Konsep itu mulai diterapkan melalui The JGS Elite International Championship 2026 di Royale Jakarta Golf Club. Turnamen yang diikuti 48 pegolf junior dari berbagai kategori usia ini tetap berlangsung meski sempat diguyur hujan dan tertunda akibat kondisi cuaca.
Persaingan melahirkan sejumlah juara, di antaranya Passion Hsu (Singapura) dan Jayawardana Dornan (Indonesia) di Kelas A, Mavis Chua (Malaysia) serta Abraraza Adriano Musyanif (Indonesia) di Kelas B, Qalesya Azkia Shanum dan Arhata Putra Malik di Kelas C, Milanka Azwar serta Arsenio Ibrahim di Kelas D, Charlotte Belva Sutrisna dan Caius Yap di Kelas E, serta Karl Lee (Singapura) di Kelas F Boys.
Bagi Prat, daftar juara ini hanyalah awal. Tujuan utama The JGS adalah membangun jalur pembinaan yang berkesinambungan sehingga semakin banyak pegolf muda Asia memiliki kesempatan berkembang dan siap bersaing di level internasional. Melalui visi tersebut, Indonesia kini menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mencetak generasi baru pegolf Asia menuju panggung dunia.










