Jakarta – Harapan melihat bendera Merah Putih berkibar di podium golf internasional kini bukan lagi sekadar impian. Melalui sistem pembinaan yang semakin matang, The Junior Golf Series (JGS) Indonesia resmi membentangkan "karpet merah" bagi para atlet muda untuk menembus panggung dunia dan memutus rantai fenomena "jago kandang".
Strategi besar membangun Ekosistem Golf Nasional ini dikupas tuntas dalam episode terbaru Podcast Itsme yang dipandu oleh host Raisha dan Yatna di Royale Jakarta Golf Club, Minggu (19/4/2026). Menariknya, podcast kali ini menghadirkan General Chairman JGS Indonesia sekaligus pemilik brand kuliner Ayam Gepuk Pak Gembus, Rido Nurul Adityawan, bersama putranya yang baru berusia 9 tahun, M. Devian, yang juga menjadi salah satu peserta dalam kompetisi Golf Junior tersebut.
Mental Baja di Usia Sembilan Tahun
Dalam dialog interaktif ini, sorotan utama justru tertuju pada sosok M. Devian. Di usianya yang masih sangat belia, Devian menunjukkan kedewasaan dan ambisi besar saat berbagi cerita mengenai pengalamannya bersaing di JGS Indonesia serta berbagai Turnamen Golf amatir, baik di tingkat regional maupun internasional.
BACA JUGA
Bintang Baru Asia Tenggara: Passion Hsu Rajai JGS Indonesia 2026
Belva Sisters: Menapaki Mimpi Bersama di Panggung Golf Internasional
JGS Indonesia 2026: Strategi Rido Nurul Adityawan Dorong Pegolf Junior Mendunia
"Golf itu melatih konsentrasi dan fokus. Di lapangan kita harus tenang," ujar Devian di hadapan mikrofon Podcast Itsme.
Bagi Devian, atmosfer kompetisi terstruktur yang dihadirkan JGS Indonesia 2026—yang menggelar 16 turnamen sepanjang musim dengan Point Race System—menjadi wadah yang sangat menantang untuk mengasah mental bajanya sejak dini.
Rido Nurul Adityawan menegaskan bahwa keterlibatan anaknya dan ratusan anak lainnya adalah bukti nyata bahwa JGS Indonesia kini telah menjadi kawah candradimuka. Melalui akses luas ke lebih dari 12 negara, para Pegolf Muda Indonesia kini memiliki jalur karier langsung untuk bertanding di ajang bergengsi seperti Singapore Junior Masters, Thailand Junior Masters, hingga NextGen Amateur Tour di Australia.
Sinergi Menuju Pentas Dunia
Kejuaraan seperti The JGS Elite International Championship yang baru saja sukses digelar di Royale Jakarta Golf Club pada akhir April lalu terbukti melahirkan banyak "Macan Golf" baru dari berbagai kategori usia. Dari talenta lokal seperti Abraraza Adriano Musyanif hingga Arhata Putra Malik, ekosistem ini terbukti berjalan dengan baik.
Namun, untuk melahirkan lebih banyak wonderkid seperti M. Devian yang berani berkompetisi di level global, dukungan masif dari pemerintah sangat dinantikan. Regulasi yang suportif dan kemudahan akses fasilitas akan menjadi katalisator utama dalam mencetak generasi juara baru yang siap menggetarkan dunia golf internasional.










