ID EN

Piala Dunia 2026: Belanda dan Spanyol Kejar Tiga Poin, Jerman Waspadai Ancaman Pantai Gading

Jumat, 19 Juni 2026 | 10:49

Penulis: Rojes Saragih

Sentul, Bogor – Tiga tim unggulan kembali menghadapi ujian penting dalam lanjutan fase grup Piala Dunia 2026. Belanda berhadapan dengan Swedia dalam laga yang berpotensi menentukan nasib mereka menuju babak gugur, Jerman menghadapi ancaman serius dari Pantai Gading yang tengah menanjak, sementara Spanyol dituntut segera bangkit saat bertemu Arab Saudi setelah gagal memenuhi ekspektasi pada laga sebelumnya.

Tiga pertandingan ini menjadi pembahasan utama dalam Podcast Itsme yang menghadirkan pengamat Sepak Bola Ronny Pangemanan dan Erwin Fitriansyah. Podcast yang dipandu Gilang Respaty dan Yatna dari studio Sentul, Bogor itu mengulas peluang, kekuatan, serta tantangan yang dihadapi masing-masing tim.

Menurut Ronny Pangemanan, laga Belanda melawan Swedia menjadi salah satu pertandingan paling krusial di fase grup. Belanda dinilai masih memiliki kualitas individu yang baik, namun performa mereka belum sepenuhnya meyakinkan. Ronny menilai De Oranje harus meningkatkan efektivitas serangan dan memanfaatkan peluang dengan lebih baik jika ingin mengamankan kemenangan.

"Belanda tetap unggul dari sisi kualitas pemain, tetapi Swedia adalah tim yang sangat disiplin. Mereka tidak mudah ditembus dan mampu menghukum lawan lewat transisi cepat," ujar Ronny.

Erwin Fitriansyah menambahkan bahwa Swedia kemungkinan akan bermain lebih pragmatis. Organisasi pertahanan yang rapi menjadi modal utama mereka untuk meredam kreativitas lini tengah Belanda. Karena itu, kesabaran dan variasi serangan akan menjadi kunci bagi tim asuhan Ronald Koeman.

Sementara itu, perhatian besar juga tertuju pada duel Jerman melawan Pantai Gading. Di atas kertas Der Panzer masih menjadi favorit, tetapi Ronny menilai pertandingan ini tidak akan semudah yang diperkirakan banyak orang.

Pantai Gading disebut memiliki kombinasi kekuatan fisik, kecepatan, dan agresivitas yang mampu merepotkan tim mana pun. Dalam beberapa tahun terakhir, wakil Afrika ini berkembang menjadi tim yang lebih matang secara taktik dan tidak lagi hanya mengandalkan kemampuan individu.

"Kalau Jerman kehilangan konsentrasi, Pantai Gading bisa memberikan kejutan. Mereka punya energi dan keberanian untuk bermain terbuka melawan tim besar," kata Ronny.

Meski demikian, Erwin melihat pengalaman bermain di turnamen besar masih menjadi keunggulan utama Jerman. Kehadiran pemain-pemain berpengalaman diperkirakan akan membantu mereka mengendalikan tempo pertandingan saat tekanan meningkat.

Adapun laga Spanyol melawan Arab Saudi dipandang sebagai momen pembuktian bagi La Roja. Setelah gagal mencetak gol pada pertandingan sebelumnya, Spanyol mendapat sorotan karena dominan dalam penguasaan bola tetapi kurang tajam di depan gawang.

Erwin menilai persoalan utama Spanyol bukan pada cara bermain, melainkan efektivitas penyelesaian akhir. Menurutnya, kualitas pemain yang dimiliki Spanyol tetap menjadikan mereka favorit kuat dalam pertandingan ini.

"Spanyol masih menciptakan banyak peluang. Yang kurang hanya sentuhan terakhir. Kalau itu bisa diperbaiki, mereka seharusnya mampu mengatasi Arab Saudi," ujarnya.

Namun Ronny mengingatkan bahwa Arab Saudi tidak bisa dianggap remeh. Tim asal Asia tersebut dikenal memiliki organisasi pertahanan yang baik dan kemampuan melakukan serangan balik cepat. Karena itu, Spanyol harus lebih agresif sejak awal untuk menghindari tekanan yang semakin besar.

Ketiga pertandingan ini diyakini akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai peta persaingan menuju Babak 16 Besar. Bagi Belanda, Jerman, dan Spanyol, kemenangan bukan hanya soal tambahan tiga poin, tetapi juga menjaga status mereka sebagai kandidat kuat dalam perburuan gelar juara dunia 2026.