ID EN

Timnas Indonesia Tak Mau Terjebak Adu Emosi Saat Hadapi Vietnam

Senin, 3 Agustus 2026 | 09:52

Penulis: Respaty Gilang

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman
Arsip - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman.
Sumber: Antara Foto/Bayu Pratama S

Duel Indonesia kontra Vietnam di Piala AFF 2026 tak hanya menghadirkan persaingan memperebutkan tiket semifinal, tetapi juga menjadi ujian mental bagi skuad Garuda. Rivalitas panjang kedua tim selalu menyuguhkan pertandingan penuh tensi, sehingga kemampuan menjaga emosi dinilai akan sama pentingnya dengan kualitas permainan di lapangan.

Kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho, memastikan dirinya bersama seluruh pemain telah menyiapkan diri menghadapi segala situasi, termasuk kemungkinan munculnya provokasi dari kubu lawan. Bek Persija Jakarta itu menegaskan fokus utama tim adalah menjalankan strategi yang telah disiapkan pelatih, bukan terpancing duel psikologis.

"Kami harus fokus terhadap pertandingan saja, pada tim kami sendiri dan bermain dengan rencana yang diberikan pelatih," kata Rizky Ridho dalam konferensi pers jelang laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu, 2 Agustus 2026.

Laga Indonesia melawan Vietnam dijadwalkan berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 3 Agustus 2026, pukul 20.30 WIB. Pertandingan ini diprediksi menjadi salah satu duel paling menarik di fase grup karena kedua tim sama-sama mengincar hasil maksimal untuk membuka jalan menuju babak semifinal.

Rivalitas Indonesia vs Vietnam Selalu Sarat Emosi

Bagi Rizky Ridho, menghadapi Vietnam bukanlah pengalaman baru. Bek berusia 24 tahun tersebut telah beberapa kali merasakan atmosfer panas saat bertemu The Golden Star Warriors, baik di ajang Piala AFF maupun Kualifikasi Piala Dunia.

Menurut Ridho, pertandingan melawan Vietnam hampir selalu diwarnai permainan berintensitas tinggi dan adu mental. Karena itu, ia mengingatkan seluruh rekan setim agar tidak menghabiskan energi untuk merespons tindakan yang dapat mengganggu konsentrasi.

Kedisiplinan dalam menjalankan instruksi pelatih menjadi faktor utama yang diyakini mampu membawa Indonesia meraih hasil positif.

Menariknya, Ridho menilai penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) dapat membuat pertandingan berlangsung lebih sportif. Kehadiran VAR diyakini membuat kedua tim lebih berhati-hati dalam melakukan pelanggaran ataupun tindakan nonteknis yang berpotensi merugikan tim masing-masing.

"Jadi, pasti mereka akan hati-hati, sama seperti kami," kata Ridho.

John Herdman Minta Garuda Tetap Berpegang pada Identitas Permainan

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memiliki pandangan yang sejalan dengan sang kapten. Juru taktik asal Inggris tersebut menegaskan bahwa tim kepemimpinan di dalam skuad telah melakukan evaluasi untuk mengantisipasi jika tensi pertandingan meningkat.

Herdman tidak ingin para pemain kehilangan fokus akibat situasi di luar aspek teknis permainan. Baginya, identitas permainan Indonesia harus tetap menjadi pegangan utama sepanjang laga berlangsung.

"Bagi kami, ini adalah tentang kembali ke diri kami sendiri. Selalu kembali ke identitas permainan kami, tetap fokus pada tugas yang ada," kata Herdman.

Dengan pengalaman menghadapi Vietnam dalam beberapa tahun terakhir, Timnas Indonesia diharapkan mampu menunjukkan kedewasaan bermain. Jika mampu mengendalikan emosi sekaligus menjalankan taktik dengan disiplin, peluang Garuda untuk melangkah ke semifinal Piala AFF 2026 akan semakin terbuka.

Pertemuan Indonesia dan Vietnam dalam satu dekade terakhir hampir selalu menghadirkan pertandingan berintensitas tinggi. Selain persaingan kualitas permainan, duel kedua negara juga kerap menjadi sorotan karena adu strategi, duel fisik, hingga atmosfer luar biasa dari ribuan suporter di stadion. Kehadiran VAR pada Piala AFF 2026 diperkirakan akan membuat pertandingan berjalan lebih adil dan mengurangi insiden yang berpotensi memicu konflik antarpemain.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!