ID EN

Aldila Sutjiadi Juara WTA 500 Washington, Modal Berharga Menatap US Open

Minggu, 2 Agustus 2026 | 20:00

Penulis: Rojes Saragih

Petenis Indonesia Aldila Sutjiadi
Petenis tunggal putri Indonesia Aldila Sutjiadi
Sumber: Antara/Muhammad Adimaja

Aldila Sutjiadi tidak hanya membawa pulang trofi dari Washington. Ia juga membawa pulang momentum.

Bersama petenis Selandia Baru Erin Routliffe, Aldila menjuarai nomor ganda Mubadala Citi DC Open 2026 setelah mengalahkan Andreja Klepac (Slovenia) dan Makoto Ninomiya (Jepang) 6-4, 6-1 pada partai final yang berlangsung Minggu (2/8/2026) WIB.

Sebagai unggulan kedua, Aldila dan Routliffe tampil dominan. Mereka hanya membutuhkan waktu 1 jam 12 menit untuk memastikan gelar di turnamen WTA 500 yang menjadi pembuka rangkaian musim lapangan keras Amerika Serikat menuju US Open.

Namun, kemenangan itu tidak datang tanpa ujian.

Aldila dan Routliffe langsung mematahkan servis lawan pada gim pembuka set pertama. Mereka sempat kehilangan keunggulan ketika Klepac/Ninomiya menyamakan skor menjadi 4-4 setelah membalas break.

Momen itu bisa saja mengubah arah pertandingan.

Sebaliknya, Aldila dan Routliffe justru merespons dengan tenang. Mereka kembali merebut servis lawan pada gim kesembilan sebelum menutup set pertama dengan kemenangan 6-4.

Setelah itu, pertandingan praktis menjadi milik mereka.

Permainan agresif sejak baseline dipadukan dengan penyelesaian yang rapi di depan net membuat pasangan Indonesia-Selandia Baru tersebut mendominasi set kedua. Tiga kali break membawa mereka unggul 5-1 sebelum akhirnya menutup pertandingan dengan skor 6-1.

Dominasi itu juga terlihat dari statistik pertandingan.

Aldila dan Routliffe mencatatkan dua ace, memenangi 69 persen poin dari servis pertama, serta mengonversi empat dari enam peluang break point. Sebaliknya, Klepac dan Ninomiya hanya mampu memanfaatkan satu dari tiga kesempatan break yang mereka miliki.

Sebelum final, Aldila sebenarnya sudah memperkirakan pertandingan tidak akan mudah. Ia menyebut pengalaman Andreja Klepac, mantan petenis 10 besar dunia nomor ganda, sebagai salah satu kekuatan utama pasangan lawan yang tampil konsisten sejak awal turnamen.

Strategi bermain agresif sejak awal terbukti menjadi kunci. Setelah sempat mendapat tekanan di set pertama, Aldila dan Routliffe mampu mengambil kembali kendali permainan dan tidak memberi kesempatan lawan untuk bangkit.

Gelar di Washington menjadi trofi WTA 500 kedua yang diraih Aldila sepanjang musim 2026 setelah sebelumnya menjuarai Bad Homburg Open pada akhir Juni bersama Routliffe.

Lebih dari sekadar tambahan koleksi gelar, kemenangan ini menunjukkan chemistry keduanya terus berkembang. Dalam waktu relatif singkat, Aldila dan Routliffe mampu menjadi salah satu pasangan yang paling konsisten di level WTA 500.

Momentum tersebut datang pada saat yang tepat.

Washington menjadi awal rangkaian turnamen lapangan keras Amerika Utara, periode yang selalu menjadi tolok ukur sebelum para pemain memasuki Grand Slam US Open. Setiap kemenangan di fase ini bukan hanya menghadirkan tambahan poin peringkat dan hadiah, tetapi juga membangun kepercayaan diri menghadapi persaingan yang lebih ketat.

Bagi Aldila Sutjiadi, trofi di Washington mempertegas satu hal. Ia bukan lagi sekadar wakil Indonesia yang mampu bersaing di level tertinggi, tetapi pemain yang terus membuktikan diri sebagai penantang gelar di turnamen-turnamen besar WTA.

Kini, tantangan berikutnya bukan lagi membuktikan bahwa ia layak berada di level elite. Tantangannya adalah menjaga momentum itu ketika panggung berubah menjadi lebih besar di US Open.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!