Port FC Belum Mencapai Puncaknya, PSMS Sudah Menjadi Korban Pertama

Senin, 27 Juli 2026 | 10:14

Penulis: Rojes Saragih

Bruno Moreira (Port FC) menggiring bola saat melawan PSMS Medan di Grup B Piala Presiden 2026, Stadion GBT Surabaya
Bruno Moreira (Port FC) menggiring bola saat melawan PSMS Medan di Grup B Piala Presiden 2026, Stadion GBT Surabaya, Minggu (26/7/2026).
Sumber: Antara/Rizal Hanafi

Surabaya -  Port FC belum bermain sempurna. Pelatih Sarawut Treephan mengakuinya sendiri setelah pertandingan usai.

Namun, justru di situlah letak pesan yang dikirim juara bertahan Piala Presiden itu kepada para pesaingnya.

Meski masih menganggap timnya berada dalam tahap membangun ritme pramusim, Port FC tetap mampu mengalahkan PSMS Medan 2-0 pada laga pembuka Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (26/7/2026).

Tiga poin itu membawa wakil Thailand ini langsung memimpin klasemen sementara sekaligus menjaga statusnya sebagai salah satu favorit juara.

Yang membuat kemenangan ini menarik bukan sekadar dua gol yang dicetak Noboru Shimura dan Issam Abdallah. Port FC menunjukkan bahwa mereka tetap mampu mengendalikan pertandingan meski belum mencapai performa terbaik yang diinginkan pelatihnya.

Rencana Pertandingan Berjalan Sesuai Skenario

Sehari sebelum laga, Sarawut sudah memperingatkan anak asuhnya agar tidak meremehkan PSMS. Ia menilai tim asal Medan itu memiliki organisasi permainan yang baik, mengandalkan transisi cepat dan bola mati sehingga layak diwaspadai meski berasal dari Liga Championship.

Prediksi tersebut terbukti pada awal pertandingan.

PSMS tampil disiplin dan mampu menahan tekanan Port FC selama sekitar 15 menit pertama. Tim asuhan Eko Purdjianto memilih bertahan rapat sambil menunggu kesempatan melancarkan serangan balik.

Namun keseimbangan pertandingan berubah ketika Noboru Shimura menemukan ruang di depan kotak penalti pada menit ke-17. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti gagal dijangkau Muhammad Natshir dan menjadi titik balik laga.

Setelah unggul, Port FC mulai memainkan pertandingan sesuai karakter mereka.

Tempo permainan melambat ketika diperlukan, lalu meningkat cepat saat menemukan celah di lini belakang PSMS.

Bruno Moreira beberapa kali merepotkan pertahanan lawan, sementara sundulan Shimura yang membentur mistar menjadi pertanda bahwa gol kedua hanya tinggal menunggu waktu.

Sentuhan Bangku Cadangan

Gol kedua memperlihatkan kedalaman skuad yang dimiliki Port FC.

Lucas Costa da Silva yang masuk sebagai pemain pengganti langsung memberi dampak. Umpannya pada menit ke-54 diselesaikan Issam Abdallah untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Port FC bahkan berpeluang menang lebih telak setelah memperoleh hadiah penalti. Namun Ruan Ribeiro Rodrigues gagal menaklukkan Muhammad Natshir yang tampil gemilang dengan menepis tendangan penalti sekaligus mengamankan bola muntah.

Bagi PSMS, penyelamatan Natshir setidaknya membuat kekalahan tidak bertambah besar. Tetapi secara keseluruhan, mereka kesulitan menciptakan peluang bersih untuk benar-benar mengancam gawang Port FC.

Kemenangan yang Belum Memuaskan

Menariknya, Sarawut tidak larut dalam euforia kemenangan.

Pelatih asal Thailand itu menegaskan pertandingan melawan PSMS hanyalah bagian dari proses membangun tim menghadapi musim baru. Karena itu, ia tidak terlalu mempermasalahkan kegagalan penalti Ruan Ribeiro.

Kesempatan itu sengaja diberikan kepada pemain baru agar kepercayaan dirinya tumbuh, meski Port FC sebenarnya memiliki eksekutor utama lain.

Bagi Sarawut, membangun kesiapan seluruh pemain pada fase pramusim lebih penting daripada sekadar menambah satu gol.

"Ini pertandingan resmi pertama pada pramusim. Kami tentu senang meraih kemenangan dan saya mempersembahkan kemenangan ini untuk para pemain," ujar Sarawut seusai pertandingan, dikutip Antara.

Sikap itu menunjukkan bagaimana Port FC memandang Piala Presiden. Turnamen ini bukan hanya tentang hasil, tetapi juga kesempatan menguji rotasi, membangun chemistry, dan menyempurnakan organisasi permainan sebelum kompetisi resmi dimulai.

Bruno Moreira pun memiliki pandangan serupa. Mantan pemain Persebaya itu menyebut kemenangan atas PSMS sebagai modal penting untuk membangun kepercayaan diri karena jadwal turnamen berlangsung sangat padat dan waktu pemulihan antarlaga relatif singkat.

PSMS Masih Punya Kesempatan Bangkit

Di kubu PSMS, kekalahan dari juara bertahan dipandang sebagai bahan evaluasi, bukan alasan untuk panik.

Eko Purdjianto mengakui kualitas Port FC memang lebih baik pada pertandingan pembuka. N

amun ia memastikan masih ada sejumlah pemain yang belum diturunkan dan berpeluang masuk ke dalam susunan tim saat menghadapi Persebaya.

"Kami akui keunggulan Port FC. Kami akan berbenah untuk pertandingan kedua," kata Eko.

Bek asal Portugal, Angelo Meneses, juga menilai menghadapi tim sekelas Port FC menjadi pengalaman penting bagi PSMS dalam membangun kesiapan menuju Liga Championship 2026/2027.

Ujian Berikutnya Baru Dimulai

Kemenangan atas PSMS memang menempatkan Port FC di puncak klasemen sementara Grup B. Namun, ukuran sesungguhnya baru akan datang ketika mereka menghadapi Persija Jakarta pada pertandingan berikutnya.

Jika mampu mempertahankan kualitas permainan yang sama melawan lawan dengan level kompetitif lebih tinggi, kemenangan atas PSMS akan dikenang bukan sekadar tiga poin pembuka, melainkan sebagai sinyal bahwa juara bertahan benar-benar siap mempertahankan mahkotanya.

Bagi PSMS, laga melawan Persebaya menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa kekalahan dari Port FC hanyalah bagian dari proses, bukan gambaran sesungguhnya dari kemampuan tim musim ini.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!