ID EN

AFA dan Sejumlah Pemain Argentina Diselidiki FIFA, Ini Dugaan Pelanggarannya

Jumat, 31 Juli 2026 | 09:04

Penulis: Arif S

Insiden pemain Spanyol dan Argentina
Insiden yang melibatkan para pemain Spanyol dan Argentina usai final Piala Dunia 2026.
Sumber: Antara/Xinhua/Jia Haocheng

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) membuka proses pendisiplinan terhadap Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) dan sejumlah pemain Timnas Argentina. Proses pendisiplinan ini menyusul berbagai dugaan pelanggaran di Piala Dunia FIFA 2026. 

Langkah ini menjadi babak baru setelah berakhirnya turnamen yang ditutup dengan kekalahan Argentina 0-1 dari Spanyol di partai final.

Komite Disiplin FIFA mulai memproses sejumlah laporan yang melibatkan tim nasional Argentina, baik berkaitan dengan perilaku suporter maupun insiden di dalam dan luar lapangan.

Menurut FIFA pada Rabu 29 Juli, dugaan pelanggaran meliputi teriakan dan gestur diskriminatif dari pendukung, keterlambatan kick-off pertandingan, ketidakpatuhan terhadap protokol pertandingan dan keamanan, penayangan pesan tidak pantas oleh tim maupun penonton, hingga aksi pelemparan benda dari tribun.

Berdasarkan temuan awal, AFA berpotensi menghadapi dakwaan terkait tindakan nonolahraga, pelanggaran tim, diskriminasi dan pelecehan rasial, serta aspek ketertiban dan keamanan selama pertandingan.

Sejumlah Pemain Argentina Ikut Diselidiki

Selain memproses AFA, FIFA juga membuka proses pendisiplinan secara terpisah terhadap beberapa pemain Argentina dan ofisial tim. Mereka adalah Leandro Paredes, Nahuel Molina, Thiago Almada, serta asisten pelatih Roberto Ayala. 

Di kubu Spanyol, gelandang Gavi ikut menjalani proses pendisiplinan terkait insiden yang terjadi setelah laga final.

Pertandingan final Piala Dunia 2026 pada 19 Juli berakhir dengan kemenangan Spanyol 1-0 atas Argentina. Seusai peluit panjang dibunyikan, terjadi konfrontasi antara sejumlah pemain dan staf kedua tim.

Menurut laporan Jaksa Pendisiplinan dan Etika yang ditunjuk FIFA, Nahuel Molina menghadapi dua tuduhan penyerangan, yaitu satu dugaan penyerangan yang telah dilakukan dan satu dugaan percobaan penyerangan.

Sementara itu, Leandro Paredes menghadapi tiga tuduhan penyerangan, sedangkan Roberto Ayala dikenai satu tuduhan penyerangan.

FIFA juga membuka proses pendisiplinan terhadap Molina, Thiago Almada, dan Gavi terkait dugaan tindakan tidak sportif setelah pertandingan berakhir.

FIFA Beri Kesempatan Membela Diri

FIFA menegaskan seluruh pihak yang masuk dalam proses pendisiplinan mendapatkan kesempatan untuk memberikan penjelasan sebelum keputusan akhir dijatuhkan.

Seluruh pemain, ofisial, maupun federasi dipersilakan menyampaikan pembelaan dan tanggapan mereka kepada Komite Disiplin FIFA.

Setelah seluruh proses selesai, Komite Disiplin FIFA akan menentukan apakah terdapat pelanggaran yang terbukti dan menjatuhkan sanksi sesuai regulasi.

Kasus ini menjadi salah satu proses disiplin terbesar setelah berakhirnya Piala Dunia 2026.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!