ID EN

Debut Menjanjikan Marcelino Ferdinan Bersama FK AS Trencin di Liga Slovakia

Minggu, 19 Oktober 2025 | 12:32

Penulis: Respaty Gilang

Marselino Ferdinan
Marselino Ferdinan.
Sumber: Antaranews

Marselino Ferdinan kembali menulis kisah baru di Eropa. Setelah beberapa bulan tak tampil di level klub, pemain muda Indonesia ini akhirnya mencatat debut resminya bersama FK AS Trenčín di Liga Slovakia. Laga perdananya berlangsung Sabtu malam waktu setempat di Stadion Šihoť, saat timnya bermain imbang 1-1 kontra Skalica.

Gelandang berusia 20 tahun itu masuk pada babak kedua menggantikan Dylann Kam, dan langsung memberikan warna berbeda di lini tengah tim asuhan Ricardo Moniz. 

“Sejak pertama saya masuk, saya hanya berpikir untuk membantu tim,” ujar Marselino setelah laga.

Sentuhan Pertama, Kesan Langsung

Meski hanya bermain sekitar 45 menit, performa Marselino cukup menonjol. Berdasarkan data dari Sofascore, pemain bernomor punggung 7 itu mencatat 23 sentuhan, 15 umpan dengan akurasi 87 persen, tiga umpan kunci, satu umpan silang akurat, satu tembakan melenceng, serta satu dribel sukses. Ia juga memenangkan dua duel darat dan membuat satu intersep, performa yang menegaskan kemampuannya membaca situasi di tengah padatnya tempo Liga Slovakia.

Momen paling menarik datang di menit ke-87, ketika Marselino hampir mencetak assist untuk Pepijn Doesburg. Sayang, peluang tersebut gagal berbuah gol. Tapi itu sudah cukup untuk menandai bahwa pemain asal Surabaya ini bisa langsung nyetel dengan ritme cepat sepak bola Eropa Timur.

Bagi publik Indonesia, ini menjadi debut yang ditunggu-tunggu. Terakhir kali Marselino tampil di level klub adalah lima bulan lalu, saat memperkuat Oxford United melawan Swansea City di Championship Inggris. Kini, bersama Trenčín, ia seolah menemukan wadah baru untuk menyalakan kembali karier Eropanya.

Adaptasi Cepat di Liga yang Menantang

FK AS Trenčín bukan klub sembarangan. Tim yang bermarkas di Kota Trenčín ini merupakan salah satu klub yang dikenal sebagai penghasil pemain muda berbakat di Eropa Tengah. Dari akademinya pernah lahir nama-nama besar seperti Martin Škrtel (eks Liverpool) dan pemain muda Belanda Lerin Duarte. Klub ini punya reputasi sebagai “laboratorium talenta,” di mana pemain muda diberi ruang besar untuk berkembang.

Pelatih Ricardo Moniz, yang pernah bekerja di Tottenham Hotspur dan Red Bull Salzburg, dikenal punya filosofi menyerang yang memberi keleluasaan bagi gelandang kreatif seperti Marselino. 

“Marselino pemain yang punya naluri menyerang dan visi umpan yang bagus,” ujar Moniz dalam wawancara dengan media lokal 

"Itu cocok dengan cara kami bermain,” tambahnya.

Kehadiran Marselino juga menambah warna tersendiri di Liga Slovakia (Fortuna Liga) yang tengah berkembang pesat. Meski belum sepopuler liga-liga Eropa Barat, kompetisi ini punya intensitas tinggi dan jadi batu loncatan ideal bagi pemain muda Asia yang ingin menembus level lebih tinggi.

Hasil Imbang dan Optimisme Baru

Dalam laga debut Marselino, Trenčín sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Adam Morong pada menit 72, sebelum Lukas Skovajsa menyamakan kedudukan pada menit 83. Tim tuan rumah hampir membalikkan keadaan lewat penalti Molik Khan di masa tambahan waktu, namun kiper Skalica, Martin Junas, sukses menggagalkannya.

Hasil ini membuat Trenčín bertahan di peringkat 6 klasemen sementara dengan 13 poin, sedangkan Skalica dua posisi di bawahnya dengan 11. Berikutnya, Trenčín akan tampil di ajang Piala Slovakia melawan Malženice (22 Oktober) sebelum kembali ke liga menghadapi Zilina.

Meski debutnya belum berujung kemenangan, Marselino mendapat banyak pujian dari fans lokal dan media Slovakia. Portal Sportnet.sk menilai Marselino menunjukkan potensi besar dan visi bermain yang segar untuk ukuran pemain baru.

Perjalanan yang Baru Dimulai

Bagi Marselino, perjalanan ke Eropa bukan cuma tentang menit bermain, tapi juga tentang pembuktian bahwa talenta Indonesia mampu bersaing di panggung internasional. Dengan 37 caps dan lima gol bersama timnas Indonesia, ia membawa pengalaman berharga ke klub barunya.

Langkahnya di Slovakia menjadi kelanjutan dari tren positif pemain muda Indonesia yang berkarier di Eropa dari Witan Sulaeman hingga Pratama Arhan. Tapi Marselino membawa sesuatu yang berbeda, gaya bermain agresif, kreatif, dan berani mengambil risiko di lini tengah.

Dengan usia yang masih sangat muda, waktu jelas berpihak padanya. Liga Slovakia bisa jadi batu loncatan, bukan tujuan akhir. Dan jika proses adaptasinya berjalan mulus, bukan mustahil dalam satu atau dua musim ke depan, Marselino bakal menjadi nama Indonesia berikutnya yang bersinar di panggung besar Eropa.