Mimpi Bangun Akademi Bulu Tangkis, Jonatan Christie Ingin Beri Kesempatan Anak Berbakat Terkendala Biaya
Jumat, 5 Desember 2025 | 12:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara Foto/Rivan Awal Lingga
Salah satu ikon bulu tangkis Indonesia, Jonatan Christie memiliki keinginan setelah nanti tidak lagi aktif bertanding. Atlet andalan Merah Putih ini ingin membangun sebuah akademi bulu tangkis khusus sektor tunggal.
Dalam sesi wawancara di Daddies Arena, Tangerang Selatan, Jonatan menyebut rencana itu sudah lama ada dalam pikirannya.
Inspirasinya datang dari model akademi milik Marcus Fernaldi Gideon yang dinilai memiliki sistem pembinaan modern dan fasilitas komplit.
BACA JUGA
Momen Langka, Penonton Main Bareng Jojo dan Ginting di BrightUp Cup 2025
Richie Richardo Kecewa Tutup Kiprah di Level Junior dengan Meraih Medali Perunggu
India Open 2026: Jonatan Christie Ungkap Kejanggalan Shuttlecock Usai Kalahkan Wakil Singapura
“Ya itu salah satu cita-cita. Maksudnya salah satu angan-angan, pengen punya akademi, seperti Gideon yang proper. Maksudnya atletnya ada asramannya, atletnya memang benar-benar ada pelatihnya yang memang pelatih khusus gitu,” ujar Jonatan.
Sebagai pemain tunggal putra, Jonatan ingin akademinya fokus pada pembinaan sektor tunggal yang selama ini membentuk kariernya di level dunia. Ia menekankan pentingnya keterlibatan langsung dalam proses pengembangan atlet muda.
Karena itu, Jojo berharap fasilitas tersebut dapat dibangun sedekat mungkin dengan tempat tinggalnya.
“Kalau bisa juga dapat lokasinya tuh yang sekitaran rumah, jadi bisa ikut turun langsung gitu. Karena kalau jauh, kadang sayang juga kalau enggak ikut terjun. Karena beberapa ada juga yang udah ada cuma taruh namanya, tapi enggak turun langsung gitu. Maksudnya, kasihan akademinya gitu,” harapnya.
Jonatan ingin memberi kesempatan kepada anak-anak berbakat yang memiliki motivasi tinggi, namun terkendala biaya.
Rencananya adalah membuka ruang bagi talenta potensial yang tidak memiliki akses pembinaan layak.
Menurutnya, akademi itu tak hanya untuk mencetak juara, tapi membuka jalan bagi mereka yang selama ini tak tersentuh fasilitas memadai.
Mengenai waktu realisasi, Jojo berharap proyek ini bisa terwujud sebelum ia gantung raket. Namun ketersediaan lahan menjadi tantangan besar.
“Pengennya sih sebelum pensiun, cuman cari tanahnya susah. Kalau ada swasta yang mau bekerja sama sih enggak nolak. Maksudnya, saya juga mau bekerja sama,” ungkapnya.
Ia mengatakan jaringan yang dibangun di luar lapangan, termasuk mitra dari sektor swasta—dapat menjadi akses penting untuk mewujudkan akademi impiannya.
“Makanya, yang saya bilang, ketika di luar (pelatnas), kumpulin banyak link untuk nantinya setelah sudah enggak berkarya di bulu tangkis, ada hal lain yang bisa dikerjakan. Pengennya sih kalau bisa,” pungkasnya.(Antara)










