Persib Dominasi Penghargaan Super League, Teja Paku Alam Tak Masuk Nominasi Kiper Terbaik
Kamis, 21 Mei 2026 | 19:00
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Persib.co.id
Persib Bandung kembali menunjukkan dominasinya di Super League 2025/2026. Di tengah peluang besar meraih gelar juara ketiga secara beruntun, Maung Bandung juga mendominasi daftar nominasi penghargaan individu musim ini.
Namun di balik pencapaian tersebut, muncul satu sorotan yang memancing tanda tanya publik. Nama Teja Paku Alam tidak masuk dalam nominasi Best Goalkeeper meski tampil konsisten sepanjang musim bersama Persib.
Operator kompetisi I.League resmi merilis daftar nominasi penghargaan individu Super League 2025/2026. Persib menjadi salah satu klub dengan wakil terbanyak di berbagai kategori, mulai dari pemain terbaik hingga pelatih terbaik.
BACA JUGA
Teja Paku Alam Sebut Persik Kediri Lawan yang Sulit Bagi Persib
Persib Bandung Butuh 24 Poin Lagi untuk Juara Super League 2025/2026
Persib Selangkah Lagi Juara, Marc Klok: Kami Harus Mengambil Peluang Ini
Nama Federico Barba dan Beckham Putra masuk dalam daftar kandidat Best Player. Sementara pelatih Persib, Bojan Hodak, kembali masuk nominasi Best Coach.
Meski begitu, absennya Teja dalam nominasi penjaga gawang terbaik menjadi perhatian tersendiri. Padahal, kiper Persib tersebut tampil impresif sepanjang musim dengan catatan 18 clean sheet, terbanyak di Super League musim ini.
Federico Barba Jadi Tembok Kokoh Persib
Federico Barba menjadi salah satu figur penting di balik solidnya pertahanan Persib musim ini. Bek asal Italia itu tampil konsisten sekaligus berkontribusi besar dalam membangun permainan dari lini belakang.
Tak hanya kuat dalam bertahan, Barba juga produktif membantu serangan dengan torehan lima gol sepanjang musim.
Selain itu, ia mencatatkan 29 tekel sukses, 100 intersep, dan 60 clearances yang membuatnya masuk dalam persaingan pemain terbaik musim ini.
Barba akan bersaing dengan Mariano Peralta, Juan Villa dari Borneo FC, serta Allano Brendon dari Persija Jakarta.
Beckham Putra Tampil Makin Matang
Selain Barba, Beckham Putra juga masuk nominasi Best Player setelah tampil konsisten sepanjang musim bersama Persib.
Gelandang muda Maung Bandung tersebut berkembang menjadi motor permainan tim lewat kreativitas dan mobilitas tinggi di lini tengah.
Sepanjang musim ini, Beckham mencatatkan 26 peluang tercipta, 138 progressive passes, tiga assist, serta tiga gol untuk Persib.
Bojan Hodak Kembali Masuk Kandidat Pelatih Terbaik
Keberhasilan Persib bertahan di papan atas klasemen hingga pekan terakhir juga mengantar Bojan Hodak kembali masuk nominasi Best Coach.
Pelatih asal Kroasia itu sebelumnya sukses memenangkan penghargaan tersebut dalam dua musim terakhir.
Bojan dinilai berhasil menjaga konsistensi performa Persib sekaligus membawa Maung Bandung terus bersaing di jalur juara sepanjang kompetisi.
Ia akan bersaing dengan Fabio Lefundes dari Borneo FC Samarinda dan Paul Munster dari Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Absennya Teja Paku Alam Jadi Perdebatan
Di tengah dominasi Persib dalam daftar nominasi, absennya Teja Paku Alam justru memunculkan perdebatan di kalangan pecinta sepak bola nasional.
Kiper Persib itu menjadi salah satu pemain paling konsisten musim ini dan berkali-kali tampil gemilang menyelamatkan tim dalam laga penting.
Meski mencatat clean sheet terbanyak di liga, I.League justru memasukkan nama Nadeo Argawinata dari Borneo FC, Cahya Supriadi dari PSIM Yogyakarta, serta Igor Rodrigues dari Persita Tangerang ke dalam nominasi Best Goalkeeper.
Sementara itu, kategori Best Young Player menghadirkan nama Dony Tri Pamungkas dari Persija, Rivaldo Pakpahan dari Borneo FC, serta Cahya Supriadi dari PSIM Yogyakarta.
Untuk kategori Best Goal, tiga gol spektakuler masuk nominasi, yakni milik Hokky Caraka saat menghadapi Persik Kediri pada pekan ke-15, Rendy Sanjaya ketika melawan Persik Kediri di pekan ke-27, serta gol M. Iqbal saat memperkuat PSIM menghadapi Madura United FC pada pekan ke-33.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menjelaskan bahwa proses penilaian penghargaan dilakukan berdasarkan statistik, evaluasi Technical Study Group (TSG), kontribusi terhadap tim, hingga aspek sportivitas dan konsistensi performa.
"Kompetisi musim ini berjalan sangat menarik hingga pekan terakhir. Persaingan tidak hanya terjadi dalam perebutan gelar juara, tetapi juga dalam penampilan individu yang konsisten dan berdampak besar bagi tim masing-masing. Nominasi ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras, kualitas, dan kontribusi mereka sepanjang musim," ujar Ferry Paulus dikutip dari laman resmi iLeague, Rabu, 20 Mei 2026.
Ia menegaskan bahwa penghargaan tidak hanya ditentukan lewat angka statistik semata.
"Kami ingin penghargaan ini benar-benar mencerminkan kualitas terbaik kompetisi. Karena itu, penilaian dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan angka statistik, tetapi juga dampak pemain dan pelatih terhadap permainan tim," ungkapnya.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!