ID EN

Akhiri Kutukan Lawan Ganda Putra India Jadi Modal Leo/Daniel ke Olimpiade

Senin, 18 Mei 2026 | 17:30

Penulis: Arif S

Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Sumber: PBSI

Pasangan Ganda Putra Indonesia Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin berharap keberhasilan menjuarai Thailand Open 2026 menjadi titik awal kebangkitan Bulu Tangkis Indonesia menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Pasangan itu kembali dipasangkan setelah sempat berpisah selama dua tahun. Mereka tampil impresif dengan merebut gelar juara di Nimibutr Stadium, Bangkok setelah mengalahkan unggulan pertama India, Satwiksairaj Rankireddy dan Chirag Shetty, 21-12, 25-23.

“Gelar ini sangat berarti, bukan hanya bagi kami tapi bagi tim Indonesia dan seluruh teman-teman di PBSI. Semoga ini jadi momentum untuk bangkit karena Olimpiade sudah dekat,”ujar Leo dalam keterangan resmi PBSI.

Kemenangan itu menjadi kemenangan pertama Leo/Daniel atas pasangan Rankireddy/Shetty. Selumnya, mereka selalu kalah dalam empat pertemuan. 

Sejak awal pertandingan, Leo/Daniel mengambil inisiatif serangan. Tempo cepat menghambat pasangan India mengembangkan permainan, terutama pada gim pertama.

Namun pertandingan berubah lebih ketat pada gim kedua. Rankireddy/Shetty mulai menemukan ritme permainan dan beberapa kali memaksa reli cepat.

Ketenangan mental Leo/Daniel di momen krusial menjadi pembeda. Keberanian mereka mengambil risiko pada poin-poin akhir mengunci kemenangan tanpa harus memainkan rubber game.

“Kami benar-benar menyiapkan fokus sebelum pertandingan dan kami tidak boleh kalah start duluan. Tadi di gim pertama cukup berhasil tapi di gim kedua poinnya jadi ketat karena mereka mulai bisa mengembangkan permainan,” ujar Leo.

Ia menyoroti pentingnya komunikasi di lapangan, terutama ketika pertandingan memasuki fase paling menegangkan pada akhir gim kedua.

“Saat adu setting itu kami lebih berani ambil risiko dan jaga komunikasi sama Daniel karena dengan kondisi lapangan begini tidak ada rally panjang jadi kami harus bisa maksimal di pukulan-pukulan awal,” kata Leo.

Sementara, Daniel menilai kekompakan menjadi fondasi utama keberhasilan mereka sepanjang turnamen. Chemistry yang kembali terbangun setelah reuni semakin matang dari pertandingan ke pertandingan.

“Kami merasa di turnamen ini, kami berhasil karena komunikasi cukup baik dan memang sama-sama mau juara jadi itu membantu kami bisa tampil optimal,” kata Daniel.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!