The Prime 2025, Turnamen Tenis dan Padel Bagi Pemula untuk Memperebutkan Piala Bergilir
Jumat, 17 Oktober 2025 | 06:23
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Pixabay
Jakarta bersiap menyambut turnamen tenis dan padel bergengsi bertajuk “The Prime”, yang bakal digelar pada 25–26 Oktober di Anwa Racquet Club, Jakarta Barat. Ajang ini bukan sekadar kompetisi olahraga, tapi juga wadah komunitas untuk saling berjejaring dan menumbuhkan semangat sportivitas di lapangan.
Turnamen tahun ini punya sesuatu yang istimewa sebuah piala bergilir yang akan menjadi simbol kebanggaan bagi komunitas yang berhasil meraih gelar juara.
“Lewat piala bergilir ini, kami ingin melahirkan tradisi baru di mana setiap komunitas yang juara akan tercatat namanya di piala tersebut, sehingga menjadi kebanggaan bersama dan motivasi bagi tahun-tahun berikutnya,” ujar Ketua Penyelenggara Annisa Dyah Wijayanti dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 16 Oktober 2025.
BACA JUGA
Misi Besar Janice Tjen Masuk Top 20, Kejar Rekor Yayuk Basuki
Hasil BNP Paribas Open 2026: Janice Tjen/Chan Hao-ching Kalah Dramatis
Torehkan Sejarah, Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi Persembahkan Gelar Juara WTA 250 Chennai
Lebih Banyak Kategori, Lebih Banyak Aksi
The Prime 2025 membuka sejumlah kategori pertandingan yang terbagi untuk dua cabang, tenis dan padel. Untuk tenis, ada kategori beregu pemula putri, tunggal putri pemula, tunggal putri lanjutan (intermediate), ganda putri lanjutan, serta tunggal putra Open (yang tidak boleh diikuti petenis nasional aktif).
Sementara di cabang padel, tersedia kategori bronze putri dan kategori pesohor yang bakal diikuti 16 pasang pemain, menambah keseruan turnamen yang diharapkan bisa jadi ajang tahunan ini.
Salah satu hal menarik dari penyelenggaraan kali ini adalah banyaknya nomor pertandingan khusus perempuan.
“Ini kan levelnya beginner, jadi beginner ini kita lihat dari komunitas dan berdasarkan diskusi dengan PELTI dan Direktur Turnamen, dari beginner ini banyaknya komunitas perempuan,” kata Annisa.
“Kami juga mempertimbangkan dari sisi durabilitas. Kalau perempuan bermain tunggal, biasanya cepat capek, tapi kalau laki-laki apalagi kayak mantan atlet, pelatih, atau hitting partner itu durabilitasnya panjang sekali, lanjutnya.
Seleksi Ketat Demi Kompetisi yang Sehat
Di balik serunya turnamen ini, ada proses seleksi pemain yang ketat. Septi Mende, selaku Direktur Turnamen sekaligus pelatih bersertifikat ITF Level 3, memastikan semua peserta bertanding sesuai level kemampuannya.
“Kami memperhatikan betul data diri dan prestasi pemain sebelum kompetisi. Tujuannya agar pertandingan berjalan kompetitif dan tidak ada pemain yang turun level hanya demi menjadi juara,” ungkap Septi.
Langkah ini menunjukkan keseriusan panitia dalam menjaga semangat fair play memastikan ajang ini bukan sekadar hiburan, tapi juga ruang pembelajaran bagi komunitas tenis dan padel di Indonesia.
Dukungan Penuh dari PELTI
The Prime 2025 mendapat dukungan langsung dari Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI). Menurut Gito Suryono, Ketua Pengembangan Komunitas PELTI, ajang ini bisa menjadi katalis untuk membangun ekosistem tenis yang lebih solid di Indonesia.
“Kompetisi seperti ini sangat ditunggu-tunggu karena bukan sekadar main bareng, tapi juga menjadi wadah mengekspresikan hasil latihan. Jika berkelanjutan, kegiatan ini bisa berkembang ke tingkat nasional atau provinsi,” ujarnya.
Lebih dari Sekadar Turnamen
Tak hanya soal kompetisi, The Prime juga menghadirkan rangkaian acara pendukung seperti celebrity fun match dan coaching clinic ‘Tennis for Adults’ yang memberi kesempatan bagi masyarakat umum untuk belajar langsung dari pelatih berpengalaman.
Dengan konsep yang inklusif, fun, dan penuh energi komunitas, The Prime bukan cuma soal menang atau kalah, tapi tentang membangun gaya hidup aktif dan sportif di tengah kesibukan kota.










