Torehkan Sejarah, Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi Persembahkan Gelar Juara WTA 250 Chennai
Senin, 3 November 2025 | 09:57
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Dok. Foto: KOI
Langkah dua petenis Indonesia, Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi, kembali menorehkan sejarah di dunia tenis putri. Mereka berhasil menjuarai sektor ganda WTA 250 Chennai Open 2025 di India, sebuah pencapaian yang semakin mengukuhkan posisi Indonesia di peta tenis internasional.
Dalam final yang berlangsung sengit, Janice/Aldila yang menempati unggulan kedua sukses menumbangkan pasangan unggulan teratas, Monica Niculescu (Rumania) dan Storm Hunter (Australia), lewat skor 7-5, 6-4. Menurut data resmi WTA, kemenangan tersebut tak hanya membuktikan kemampuan teknik dan kekompakan mereka, tetapi juga mental juara yang semakin matang.
Strategi Tajam dan Servis yang Mematikan
BACA JUGA
Janice Tjen Jadi Unggulan Kelima di WTA 250 ASB Classic Auckland
Iga Swiatek Terlalu Superior, Janice Tjen Tersingkir di Qatar Open 2026
Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi Bawa Harapan Indonesia di Grand Slam Australian Open 2026
Statistik berbicara banyak soal dominasi keduanya. Janice dan Aldila berhasil mengonversi empat dari enam break point atau sekitar 66,7 persen, lebih efektif dibanding lawan mereka yang hanya mampu memanfaatkan dua dari empat peluang.
Senjata utama keduanya tetap pada servis pertama yang solid, dengan akurasi mencapai 77,5 persen poin servis pertama, disertai satu ace dalam laga yang berlangsung selama satu jam 21 menit.
“Servis kuat masih menjadi andalan kami. Kami saling percaya satu sama lain di setiap poin penting,” ungkap Aldila seusai pertandingan.
Perjalanan Menuju Takhta Chennai
Sebelum melangkah ke final, duo Janice/Aldila sempat harus menghadapi “bentrok internal” sesama petenis Indonesia. Di babak pertama, mereka menyingkirkan Priska Nugroho yang berpasangan dengan Sofya Lansere, lewat pertarungan tiga set.
Langkah mereka kemudian semakin mantap di babak semifinal setelah menang straight set atas pasangan tuan rumah, sebelum akhirnya menuntaskan perlawanan sengit dari pasangan India lain di semifinal lewat rubber set.
Kemenangan di Chennai bukan hanya soal trofi, tapi juga simbol chemistry yang semakin solid antara Janice dan Aldila.
“Dari awal kami tahu tantangannya berat, tapi kami komit untuk bermain agresif dan tetap fokus pada strategi,” ujar Janice.
Momentum Emas untuk Tenis Putri Indonesia
Gelar di Chennai menjadi gelar WTA 250 pertama mereka sebagai pasangan, sekaligus menegaskan dominasi Janice Tjen dalam dua pekan terakhir. Sebelumnya, Janice juga mencatat kemenangan gemilang di WTA 250 Guangzhou Open bersama rekan berbeda, dan bahkan menjuarai gelar tunggal WTA 250 Chennai, melengkapi kesuksesannya setelah merebut WTA 125 Jinan Open di China.
Adapun gelar yang mereka raih di Suzhou awal Oktober lalu, meski bukan bagian dari hitungan resmi WTA (karena level 125 setara turnamen Challenger), tetap menjadi batu loncatan penting bagi konsistensi performa keduanya di musim ini.
Prestasi ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan tenis Indonesia. Setelah era legenda seperti Yayuk Basuki, publik kini punya alasan baru untuk percaya bahwa generasi penerus seperti Janice dan Aldila siap membawa bendera Merah Putih lebih tinggi lagi di panggung global.
“Dari Chennai, kami ingin terus melangkah lebih jauh di turnamen-turnamen besar WTA lainnya,” tutur Aldila, menegaskan tekad mereka.
Lebih dari Sekadar Gelar
Kemenangan Janice/Aldila di Chennai bukan hanya catatan prestasi, tapi juga kebangkitan kolektif tenis Indonesia di level dunia. Dengan kerja keras, disiplin, dan solidaritas yang mereka tunjukkan, kisah ini tak sekadar tentang dua petenis muda yang menang di lapangan, tapi juga tentang perjalanan panjang menuju profesionalisme sejati.
Ke depan, banyak pengamat menilai bahwa Janice dan Aldila berpotensi menembus Top 50 ganda dunia, sebuah capaian yang akan membuka jalan bagi generasi muda Indonesia untuk kembali berani bermimpi di dunia tenis profesional.










