ID EN

Semakin Diminati Turis, Wisata Antartika Picu Kekhawatiran Emisi dan Perubahan Iklim

Kamis, 16 Oktober 2025 | 14:51

Penulis: Arif S

Wisata Antartika
Minat wisatawan internasional ke Antartika meningkat drastis.
Sumber: Pixabay

Dulu Antartika adalah wilayah terpencil dan berselimut es yang hanya dikunjungi peneliti. Kini Antartika menjadi destinasi impian wisatawan dunia. Namun, lonjakan minat ini membawa konsekuensi serius terhadap iklim global.

Setiap tahun, lebih dari 100.000 wisatawan internasional melakukan perjalanan ke Antartika. 

Namun menurut riset dalam Journal of Sustainable Tourism, tren ini ikut meningkatkan emisi gas rumah kaca secara signifikan, terutama dari penerbangan antar benua.

"Gabungan antara penerbangan jarak jauh dan masa tinggal di kapal yang lama membuat Antartika sebagai salah satu destinasi wisata boros energi," tulis riset tersebut dikutip dari ABC Net.

Emisi Tembus 674 Ribu Ton CO₂ dalam Satu Musim

Musim wisata 2022–2023 menghasilkan 674.696 ton emisi setara karbon dioksida (CO₂e). Rata-rata, setiap wisatawan menyumbang 6,41 ton emisi, terdiri dari 2,26 ton dari penerbangan dan 4,15 ton dari perjalanan kapal.

Dalam periode yang sama, 64.073 turis menggunakan kapal tradisional, sementara 34.264 orang memilih kapal pesiar khusus. 

Sebagian besar turis berangkat dari Amerika Selatan, namun ada juga yang terbang dari Eropa dan wilayah lain sebelum melanjutkan perjalanan ke Kutub Selatan.

Kontribusi Kecil Secara Global, Tapi Tetap Perlu Diwaspadai

Meski emisi per orang tergolong tinggi, pariwisata Antartika ternyata hanya menyumbang sebagian kecil dari jejak karbon global.

"Penting untuk dicatat bahwa kontribusi emisi wisata Antartika kurang dari 2 persen dari pelayaran di dunia. Jumlah ini tetap menjadi salah satu yang terkecil di dunia," ujar penulis utama riset, Daniela Cajiao dari Universitas Wageningen.

Artinya, sektor industri dan aktivitas manusia lainnya tetap mendominasi emisi dunia. Namun, karena Antartika adalah ekosistem yang sangat sensitif terhadap perubahan iklim, peningkatan emisi sekecil apapun dapat memicu dampak besar.

Operator Wisata Berkomitmen Lebih Ramah Lingkungan

Menanggapi temuan tersebut, Asosiasi Internasional Operator Tur Antartika (IAATO) mengatakan para operator wisata telah berkomitmen untuk menekan dampak lingkungan tanpa mengurangi pengalaman wisatawan.

"Sebagai organisasi, misi perjalanan yang aman dan bertanggung jawab mengurangi emisi absolut merupakan bagian penting dari upaya ini," kata penasihat senior lingkungan IAATO, Amanda Lynnes.

Lynnes menjelaskan, dalam satu dekade terakhir, banyak kapal wisata di Antartika telah meningkatkan teknologi dan efisiensi energi. 

Bahan bakar minyak diganti dengan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dengan emisi lebih rendah.

Tak hanya itu, IAATO juga memiliki target besar, mencapai nol karbon secepatnya sebelum tahun 2050.

Antara Keindahan dan Tanggung Jawab

Antartika menawarkan pemandangan gletser megah, satwa liar eksotis, dan sensasi petualangan yang tidak ditemukan di tempat lain. 

Tak heran, wisata ke sana makin diminati. Namun, meningkatnya jumlah pengunjung bisa mempercepat dampak perubahan iklim di wilayah yang seharusnya menjadi “penjaga suhu bumi”.

Tantangannya adalah menemukan keseimbilan antara eksplorasi dan pelestarian. Wisata ke Antartika bukan sekadar perjalanan mewah, tetapi juga pengingat bahwa keindahan bumi harus dijaga bahkan di ujung dunia sekalipun.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!