Kecam Keributan EPA U-20, I.League dan PSSI Serukan Sportivitas
Sabtu, 25 April 2026 | 09:33
Penulis: Arif S

Sumber: Antara Foto/Fauzan
Keributan usai laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Dewa United U-20 melawan Bhayangkara FC U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu 19 April, menggegerkan sepak bola tanah air. Pertandingan yang semula kompetitif berubah menjadi kontroversial setelah peluit panjang dibunyikan.
Dewa United U-20 keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1. Namun Hasil Pertandingan diwarnai insiden panas yang melibatkan pemain dari kedua tim di akhir laga.
Sejumlah pemain terlibat saling dorong sebelum situasi berkembang menjadi keributan terbuka.
BACA JUGA
PSSI Evaluasi Format Lama, Piala Presiden 2026 Bisa Lebih Inovatif
Jadwal Padat Menanti, Ujian Awal John Herdman Bersama Timnas Indonesia
Naik Level Jadi Pelatih Indonesia U-20, Nova Arianto Bertekad Bawa Garuda Muda ke Piala Dunia
Salah satu momen paling disorot datang dari pemain Bhayangkara FC U-20 sekaligus eks Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto Hengga. Ia terlihat menendang pemain Dewa United, Rakha Nurkholis.
Setelah kejadian itu, Fadly Alberto menyampaikan permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengakui tindakannya sebagai kesalahan besar yang merugikan banyak pihak.
"Secara khusus saya meminta maaf kepada Rakha Nurkholis dan tim Dewa United atas perbuatan bodoh saya menendang Rakha Nurkholis. Dan untuk tim Bhayangkara Presisi Lampung FC saya meminta maaf kepada pimpinan dan manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC dan seluruh jajaran pelatih dan rekan setim karena telah merugikan tim," tulis Fadly.
Pelatih Indonesia U-20, Nova Arianto, menyesalkan insiden tersebut.
"Pastinya apa pun situasi dan alasannya kejadian itu bukan menjadi contoh yang baik untuk dicontoh pemain lainnya," katanya.
Nova berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pemain muda Indonesia agar mampu menjaga sikap dan emosi saat bertanding.
"Semoga menjadi pembelajaran bersama agar kejadian tersebut tidak terjadi kembali," katanya.
Operator kompetisi EPA Super League 2025/2026, I.League, juga mengecam keras.
Direktur Utama I.League Ferry Paulus menilai insiden seperti itu mencederai tujuan utama kompetisi usia muda sebagai fondasi masa depan sepak bola nasional.
“Sangat disayangkan insiden seperti ini terjadi di kompetisi Elite Pro Academy, yang merupakan tiang penting dan fondasi Sepak Bola Indonesia ke depan. Dari kompetisi inilah diharapkan lahir cikal bakal Pemain Timnas Indonesia di masa mendatang," kata Ferry Paulus.
Ia menegaskan tindakan yang mengancam keselamatan pemain tidak bisa ditoleransi dan meminta hukuman tegas segera dijatuhkan.
“Kami tidak bisa menoleransi tindakan yang membahayakan keselamatan pemain. Kami mendukung penuh langkah PSSI dan Komite Disiplin untuk memberikan sanksi tegas agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak," ucap Ferry.
Ferry juga mengingatkan seluruh pemain, pelatih, dan ofisial untuk tetap menjunjung nilai fair play serta mampu mengontrol emosi di lapangan.
“Kami mengimbau seluruh pelaku sepak bola usia muda untuk tetap menjunjung sportivitas. Apa pun yang terjadi di lapangan, pemain harus mampu mengendalikan emosi karena tindakan seperti ini justru akan merugikan masa depan mereka sendiri," kata Ferry.
Dari pihak federasi, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi memastikan tindakan kekerasan tidak akan ditoleransi. Ia menyebut Ketua Umum PSSI telah menerima laporan resmi mengenai kejadian tersebut.
“PSSI sudah menerima laporan tentang kejadian antara pertandingan Dewa United dan Bhayangkara FC di Elite Pro Academy. Ketua Umum sangat mengutuk keras atas kejadian ini. PSSI segera menyampaikan hal ini kepada Komite Disiplin untuk diambil tindakan seberat-beratnya,” kata Yunus Nusi.
PSSI juga membuka kemungkinan evaluasi terhadap perangkat pertandingan yang dinilai lalai mengendalikan situasi hingga keributan pecah.
“PSSI sangat prihatin dan menyayangkan kejadian ini. Siapa pun yang terlibat akan ditindak. Kami juga melihat adanya indikasi kelalaian perangkat pertandingan, yang akan menjadi perhatian Komite Wasit untuk evalua











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!