ID EN

DXI 2026 Perkuat Indonesia Jadi Surga Wisata Alam dan Petualangan Global

Jumat, 24 April 2026 | 11:16

Penulis: Arif S

Wisata petualangan
Ilustrasi - Wisata petualangan menjadi tren global.
Sumber: Envato

Di tengah gelombang baru perjalanan berbasis pengalaman, Indonesia menegaskan diri sebagai salah satu panggung utama Wisata Petualangan dunia. Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2026 bukan sekadar pameran, melainkan momentum strategis untuk memperluas jejaring industri dan memperkuat citra nusantara sebagai rumah bagi pencinta alam, laut, dan eksplorasi.

"Ini adalah salah satu langkah kita untuk semakin memperluas jejaring, menguatkan posisi Indonesia sebagai Destinasi Wisata Adventure tingkat global," ujar Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa di Jakarta.

Pernyataan tersebut sejalan dengan pariwisata Indonesia yang semakin ditopang kekayaan alam. 

Menurut data Kementerian Pariwisata, 75 persen wisatawan yang datang ke Indonesia menjadikan Wisata Alam sebagai daya tarik utama. 

Dari angka itu, sekitar 65 persen memilih kawasan pesisir dan bahari sebagai pengalaman utama selama berkunjung.

Lautan tropis, gugusan pulau, dan garis pantai yang membentang ribuan kilometer telah lama menjadi magnet utama. 

Wisata bahari bahkan menyumbang kontribusi signifikan, sekitar 32-42 persen terhadap total aktivitas Ekonomi Pariwisata nasional, setara 1,5-2 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional.

Perubahan Perilaku Wisatawan pascapandemi turut mendorong lonjakan minat terhadap wisata minat khusus. 

Wisatawan modern kini mengejar pengalaman lebih personal, mendalam, dan otentik, terhubung langsung dengan alam, budaya, serta masyarakat lokal. 

Dari menyelam di perairan karang, berselancar di ombak tropis, berlayar antar pulau, hingga mendaki pegunungan vulkanik, Indonesia menawarkan lanskap yang sulit disaingi.

Namun, pertumbuhan wisata luar ruang juga menuntut standar keamanan lebih tinggi. Karena itu, Kementerian Pariwisata menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama, termasuk melalui program pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata serta pelaku industri berbasis alam yang diperkuat sejak 2025.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya wisatawan internasional sekaligus mendukung target ambisius kunjungan 16-17 juta Wisatawan Mancanegara pada 2026. Sebagai pembanding, Indonesia mencatat 15,4 juta kunjungan pada tahun sebelumnya.

Di sisi lain, akses menuju destinasi masih menjadi pekerjaan rumah penting. Banyak kawasan unggulan memiliki potensi besar, namun belum sepenuhnya ditunjang konektivitas yang memadai. 

Tantangan ini menjadi perhatian Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.

"Saya berkomitmen mendorong agar sektor pariwisata, termasuk Pariwisata Bahari ini didukung kesiapan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah," kata AHY.

Sinergi pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan komunitas disebut sebagai kunci untuk membuka lebih banyak gerbang menuju destinasi unggulan. 

Jalan, pelabuhan, bandara, hingga fasilitas penunjang akan menentukan kenyamanan wisatawan dalam menjelajahi negeri kepulauan ini.

Diselenggarakan pada 23–26 April 2026 di Hall B JICC Jakarta, DXI 2026 mengusung tema #DAREtoXPLORE: Waves of Collaboration. 

Tema ini mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi mengembangkan industri wisata petualangan sambil mengeksplorasi kekayaan alam Indonesia.***

S

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!