Bandung Masuk 5 Besar Destinasi dengan Pertumbuhan Tertinggi di Asia
Jumat, 3 April 2026 | 13:41
Penulis: Arif S

Sumber: Pemkot Bandung
Di tengah dinamika lanskap pariwisata Asia, satu kota dari Indonesia kembali mencuri perhatian. Bandung tidak hanya dikenal karena pesona klasiknya, tetapi juga pertumbuhan pariwisatanya yang pesat. Paris van Java masuk dalam daftar lima destinasi dengan pertumbuhan tertinggi di Asia.
Daftar tersebut dirilis Agoda pada Februari 2026, dengan Bandung berada di posisi ketiga. Capaian ini menegaskan transformasi Bandung sebagai destinasi dinamis yang mampu memadukan Warisan Budaya dengan Tren Wisata modern.
Pertumbuhan pariwisata Bandung dinilai pesat. Indikatornya didasarkan pada meningkatnya jumlah akomodasi, berkembangnya Destinasi Wisata, terutama buatan (man made), bertambahnya jumlah turis dalam setahun terakhir, hingga pertumbuhan ekonomi yang ditopang sektor pariwisata.
BACA JUGA
Napak Tilas Persib Lewat Bandros, Wisata Baru Pecinta Bola di Kota Bandung
Desa Osing Kemiren Masuk Jaringan Wisata Dunia Versi UN Tourism
Bandung Zoo Direncanakan Buka Gratis Saat Lebaran
Dikutip dari VnExpress, Bandung memiliki iklim sejuk, keindahan arsitektur kolonial Belanda, semarak mode dengan outlet pabrik, beragam kuliner dan sebagai gerbang menuju objek wisata alam menakjubkan seperti Tangkuban Perahu dan Kawah Putih.
Lebih dari sekadar estetika, Bandung juga memainkan peran sebagai pusat belanja regional.
Produk tekstil dan fesyen terjangkau menjadikannya magnet bagi wisatawan dari negara tetangga, terutama Malaysia dan Singapura, menciptakan denyut ekonomi hingga ke sudut kota.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Bandung memperkuat narasi ini. Bandung mencatat 24,25 juta perjalanan wisatawan pada 2025, sementara Kabupaten Bandung 14,24 juta perjalanan.
Wisata Bandung 2025 menunjukkan lonjakan signifikan dengan peningkatan 23,18 persen dibanding 2024.
Di tingkat regional, Bandung berdiri sejajar dengan destinasi lain yang juga tengah naik daun. Posisi pertama ditempati Sa Pa (Vietnam), disusul Okayama (Jepang).
Dua kota Jepang lainnya, Matsuyama dan Takamatsu melengkapi daftar di posisi keempat dan kelima.
“Menariknya, destinasi-destinasi menjadi pilihan utama wisatawan yang mencari keotentikan dan Pengalaman Budaya mendalam.
Destinasi sekunder semakin menarik minat wisatawan, menandakan pergeseran lanskap pariwisata tahun 2026,” ujar Direktur Regional Asia Utara Agoda, Jay Lee.
Apa yang terjadi di Bandung hari ini bukan sekadar pertumbuhan angka, melainkan perubahan identitas. Dari kota kolonial tenang menjadi pusat gaya hidup, kuliner, dan eksplorasi alam.
Bandung menegaskan dirinya sebagai salah satu simpul penting dalam peta pariwisata Asia yang terus berkembang.










