ID EN

Uzbekistan Sambut Hotel Kampoeng Indonesia di Kawasan Imam Bukhari

Jumat, 17 April 2026 | 16:00

Penulis: Arif S

Hotel Kampoeng Indonesia di Samarkand, Uzbekistan
Hotel Kampoeng Indonesia soft opening di Samarkand, Uzbekistan.
Sumber: Antara

Di jantung Samarkand, kota legendaris di jalur sutra kuno, Uzbekistan, Hotel Kampoeng Indonesia resmi melakukan soft opening di kawasan Kompleks Memorial Imam Bukhari. Hotel bintang tiga ini menjadi akomodasi pertama di kawasan religius yang terus berkembang dan semakin ramai dikunjungi Wisatawan Domestik maupun mancanegara. 

Kehadiran hotel bintang tiga ini bukan sekadar menambah pilihan menginap, tetapi juga menandai pertemuan dua budaya yang dipisahkan ribuan kilometer.

Shavkat Mirziyoyev menyambut positif kehadiran Hotel Kampoeng Indonesia yang dibangun investor asal Indonesia. 

Selain memberikan kontribusi terhadap pengembangan sektor Pariwisata dan ekonomi lokal, kehadiran hotel ini juga menjadi simbol penguatan hubungan bilateral ANTARA Indonesia dan Uzbekistan.

Berdiri di area sarat makna sejarah, Kompleks Memorial Imam Bukhari membentang di lahan sekitar 45 hektare dan kini berkembang menjadi ikon Wisata Religi utama di Samarkand. 

Dengan kapasitas kunjungan hingga 65.000 orang per hari, kawasan ini memerlukan infrastruktur yang mampu mendukung kenyamanan para peziarah.

Di sinilah Hotel Kampoeng Indonesia mengambil peran. Bagi pelancong yang datang untuk berziarah, hotel ini menawarkan lokasi strategis.

Acara soft opening ditandai dengan prosesi pemotongan pita oleh Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan Siti Ruhaini Dzuhayatin bersama Wakil Gubernur Samarkand Rustam Kobilov serta CEO EGI Resources Erslan Gazali Ibrahim.

Namun pembukaan ini terasa lebih dari sekadar seremoni Bisnis. Nuansa Indonesia hadir melalui tari Legong, tarian nusantara, hingga pertunjukan angklung yang disambut hangat para tamu undangan. 

Ketika para tamu ikut memainkan angklung bersama, ruang acara berubah menjadi jembatan budaya yang hidup dan hangat.

Sajian kuliner seperti rendang dan tongseng melengkapi pengalaman itu, membawa aroma dapur Nusantara ke tengah Asia Tengah. Sebelumnya, rangkaian acara juga diawali dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur.

Hotel ini menjadi bagian dari komitmen EGI Resources dalam memperluas jejaring usaha global, khususnya di sektor Pariwisata dan hospitality. Tetapi lebih jauh lagi, proyek ini dirancang sebagai model Bisnis yang saling menguntungkan.

Aktivitas wisata dan akomodasi yang dikelola di luar negeri tetap memiliki keterkaitan strategis dengan ekosistem ekonomi Indonesia. Manfaat ekonomi diharapkan mengalir kembali melalui pelaku usaha, layanan, dan rantai pasok nasional.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!