ID EN

Bali Tuan Rumah Kejuaraan Renang Asia 2026, Dorong Pertumbuhan Sport Tourism Indonesia

Jumat, 5 Juni 2026 | 17:01

Penulis: Arif S

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Sumber: Kemenpar

Bali kembali menunjukkan daya tariknya sebagai destinasi kelas dunia. Kali ini, Pulau Dewata dipercaya menjadi tuan rumah 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026 pada 13-15 Juni 2026 di perairan Pantai InterContinental Bali Resort, Jimbaran Bay.

Ajang bergengsi tersebut akan menghadirkan para perenang terbaik Asia dari 17 negara. Kehadiran atlet elite itu tidak hanya menjanjikan persaingan sengit di lintasan perairan terbuka, tetapi juga menjadi momentum penting bagi pengembangan sport tourism di Indonesia.

Kementerian Pariwisata menilai kejuaraan ini sejalan dengan upaya mendorong pariwisata berkualitas yang menjadi salah satu fokus utama pada tahun 2026. Selain menjadi arena kompetisi olahraga, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata olahraga unggulan di kawasan Asia.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan kejuaraan tersebut memiliki nilai strategis bagi sektor pariwisata nasional.

"Event ini juga menjadi platform sport tourism yang sejalan dengan program unggulan Kementerian Pariwisata tahun 2026, yaitu pariwisata berkualitas," ujarnya sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian.

Kejuaraan ini tidak hanya diperuntukkan bagi atlet profesional. Dalam rangkaian acara juga akan digelar A. Stream OWS Series yang memberikan kesempatan kepada perenang pemula, komunitas olahraga, hingga masyarakat umum untuk merasakan pengalaman berenang di perairan terbuka.

Tidak hanya menyasar kalangan atlet elite, ajang ini juga mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam atmosfer kompetisi internasional.

Ketua Pelaksana 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026 dan A.Stream OWS Series 2026, Kiki Taher, optimistis penyelenggaraan event ini akan memberikan dampak positif bagi perkembangan wisata olahraga nasional.

"Kami meyakini dengan dukungan penuh pemerintah, khususnya Kementerian Pariwisata, langkah kecil ini akan berkembang menjadi sesuatu yang besar bagi kemajuan Sport Tourism Indonesia," kata Kiki.

Dampak ekonomi dari kejuaraan tersebut diperkirakan cukup besar. Kehadiran atlet, ofisial, keluarga peserta, hingga wisatawan diproyeksikan meningkatkan okupansi hotel, penggunaan transportasi lokal, serta aktivitas sektor kuliner di Bali.

Lebih dari itu, penyelenggaraan kejuaraan tingkat Asia ini diharapkan mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan selama berada di Indonesia.

Dengan demikian, manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku usaha pariwisata dan masyarakat setempat.

Kesuksesan Bali sebagai tuan rumah juga diharapkan menjadi inspirasi bagi destinasi wisata lain di Indonesia. Kementerian Pariwisata melihat peluang besar untuk menghadirkan event serupa di berbagai kawasan unggulan seperti Lombok, Belitung, dan Labuan Bajo.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas pemerataan manfaat pariwisata sekaligus memperkenalkan lebih banyak Destinasi Indonesia kepada pasar internasional melalui olahraga.

Potensi sport tourism terus menunjukkan pertumbuhan menjanjikan. Berdasarkan data UN Tourism, belanja wisata olahraga menyumbang sekitar 10 persen dari total belanja wisata global pada 2023 dan diproyeksikan meningkat menjadi 17,5 persen pada periode 2023-2030.

Tren tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memadukan kekuatan sektor olahraga dan pariwisata. Dengan dukungan destinasi kelas dunia seperti Bali, ajang 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026 diharapkan menjadi etalase yang memperlihatkan kesiapan Indonesia menjadi pusat sport tourism di kawasan Asia.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!