Tips Aman Bagi Wisatawam yang Ingin Mendaki Gunung Berapi Aktif
Jumat, 5 Juni 2026 | 15:59
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
Wisata pendakian gunung menjadi salah satu aktivitas favorit pencinta alam di Indonesia. Namun di balik keindahan panorama pegunungan, terdapat risiko yang harus dipahami dengan baik, terutama saat Mendaki Gunung berapi aktif.
Karena itu, Kementerian Pariwisata mengingatkan pentingnya bekal pengetahuan dan persiapan matang bagi wisatawan.
Dalam pernyataan tertulis, Jumat, Kementerian Pariwisata menegaskan setiap wisatawan maupun pendaki perlu mengetahui kondisi dan status gunung sebelum memulai perjalanan.
BACA JUGA
Kemenpar Bidik Wisatawan Makau, Ini Strategi Promosi Indonesia di Asia Timur
Pemerintah Pastikan Wisata Lebaran Aman dan Nyaman untuk Traveler
DestinAsian Awards 2026: Bali Ungguli Destinasi Thailand dan Maladewa
Langkah awal yang disarankan adalah memeriksa status aktivitas Gunung Berapi melalui aplikasi MAGMA Indonesia. Aplikasi ini dikembangkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Informasi ini menjadi acuan penting untuk menentukan apakah suatu gunung aman dikunjungi atau tidak.
Kementerian Pariwisata menegaskan keselamatan harus menjadi prioritas utama. Apabila status aktivitas gunung dinyatakan tidak aman untuk pendakian, wisatawan dan pendaki diminta membatalkan rencana perjalanan mereka.
Sebaliknya, jika kondisi gunung masih dinyatakan aman untuk aktivitas wisata, para pendaki tetap harus mematuhi seluruh ketentuan, termasuk memperhatikan batas zona aman dan zona berbahaya yang telah ditetapkan di sekitar kawasan Gunung Berapi.
Selain memahami kondisi gunung, pendaki juga disarankan memanfaatkan jasa pemandu lokal yang memiliki sertifikasi dan pengalaman di lapangan. Kehadiran pemandu dinilai penting untuk membantu wisatawan mengambil keputusan saat menghadapi perubahan kondisi alam.
"Pastikan untuk menghubungi pemandu lokal bersertifikat yang telah dibekali kemampuan untuk mengetahui secara persis titik-titik mana yang aman dan kapan harus tahu membatalkan pendakian," ujar Kementerian Pariwisata.
Persiapan fisik juga tidak boleh diabaikan. Mendaki Gunung membutuhkan stamina prima karena medan berat dan kondisi cuaca sering berubah secara cepat.
Selain kondisi fisik, perlengkapan pendakian juga harus dipersiapkan secara matang. Kementerian Pariwisata mengingatkan agar pendaki menggunakan tas dan sepatu yang sesuai dengan kebutuhan aktivitas di alam terbuka.
Tidak hanya itu, wisatawan juga dianjurkan membawa masker respirator sebagai langkah antisipasi jika terjadi semburan abu vulkanik atau gas beracun yang dapat membahayakan kesehatan selama perjalanan.
Kementerian Pariwisata mengingatkan pentingnya mematuhi seluruh aturan PVMBG maupun pengelola kawasan pendakian. Pendaki diminta tidak menerobos area terlarang atau mengabaikan peringatan yang telah diberikan petugas.
Kepatuhan terhadap instruksi petugas di lapangan menjadi bagian penting dari budaya keselamatan saat mendaki. Pendaki juga diimbau untuk tidak memaksakan diri mencapai puncak atau kawah apabila kondisi cuaca maupun aktivitas gunung tidak memungkinkan.
"Menjadi pendaki yang hebat bukan berarti berani mati, tapi tahu kapan harus berhenti demi keselamatan diri dan orang lain," kata Kemenpar.
Pesan tersebut menjadi pengingat keberhasilan pendakian bukan hanya mencapai puncak, melainkan juga kembali dengan selamat.
Kesadaran untuk menghentikan perjalanan ketika situasi berisiko merupakan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan sesama pendaki.
Di samping aspek keselamatan, Kementerian Pariwisata mengajak wisatawan untuk menjaga kelestarian lingkungan selama berada di kawasan pegunungan.
Sikap menghormati alam dinilai penting agar keindahan gunung-gunung Indonesia tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Dengan bekal pengetahuan yang cukup, persiapan fisik yang matang, perlengkapan yang memadai, serta kepatuhan terhadap aturan, aktivitas pendakian dapat menjadi pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkesan bagi setiap wisatawan.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!