Wisata Gratis di Jakarta, Car Free Day Kian Populer di Kalangan Turis Asia Tenggara
Jumat, 5 Juni 2026 | 11:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Khaerul Izan
Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jakarta kini tidak lagi sekadar menjadi ruang olahraga bagi warga ibu kota. Aktivitas rutin digelar setiap akhir pekan tersebut perlahan berkembang menjadi daya tarik wisata, menarik perhatian Wisatawan Mancanegara, khususnya dari Singapura dan Malaysia.
Fenomena ini menunjukkan CFD Jakarta telah menjelma menjadi lebih dari sekadar kebijakan pengurangan polusi dengan aktivitas olahraga, komunitas, hiburan, dan interaksi sosial. Kini CFD juga menjadi pengalaman yang ingin dirasakan para wisatawan saat berkunjung ke Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengungkapkan banyak wisatawan dari negara tetangga sengaja menyempatkan diri mengikuti CFD sebelum kembali ke negara asal mereka.
BACA JUGA
Kemenpar Antisipasi Dampak Konflik AS-Israel dengan Iran pada Kunjungan Wisman
Bawa Vape ke Singapura? Siap-Siap Kena Sanksi Berat
Serunya Lebaran Tanpa Mudik, Jelajah Blok M Naik MRT Cuma Rp1
“Banyak saudara-saudara yang berkumpul, bertemu, janjian untuk Car Free Day, dan juga banyak orang dari luar, terutama dari Singapura, dari Malaysia, secara khusus. Sebelum mereka kembali ke negaranya masing-masing, mereka ikut Car Free Day di Jakarta,” ujar Pramono saat dijumpai di Jakarta Timur, Jumat.
Pernyataan tersebut menunjukkan bagaimana CFD telah menjadi bagian dari pengalaman wisata perkotaan di Jakarta. Wisatawan tidak hanya menikmati pusat perbelanjaan atau destinasi kuliner, tetapi juga merasakan langsung atmosfer kehidupan masyarakat Jakarta yang aktif dan penuh interaksi sosial pada akhir pekan.
Menurut Pramono, fungsi CFD saat ini telah berkembang jauh dari tujuan awalnya sebagai upaya mengurangi polusi udara. Kawasan bebas kendaraan menjadi salah satu Destinasi Favorit warga maupun pengunjung dari luar kota dan luar negeri.
Melihat tingginya minat masyarakat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya memperluas pilihan lokasi CFD dengan menghadirkan kawasan baru di Rasuna Said atau Kuningan. Kehadiran jalur baru ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan di kawasan Sudirman-Thamrin sekaligus menawarkan pengalaman berbeda bagi masyarakat yang ingin berolahraga.
“Untuk Car Free Day di Rasuna Said atau di Kuningan, saya yakin ini akan menjadi hal, tempat favorit, baru bagi warga Jakarta untuk bisa memilih apakah di Sudirman-Thamrin atau di Rasuna Said, karena lingkaran Rasuna Said itu kurang lebih 7 kilometer. Kalau Sudirman sampai dengan ujung itu kurang lebih 10 kilometer, sehingga ada pilihan-pilihan yang membuat masyarakat bisa memilih,” kata Pramono.
Kawasan Rasuna Said dinilai memiliki potensi besar menjadi pusat aktivitas akhir pekan baru. Selain lokasinya strategis, jalurnya dinilai cocok bagi masyarakat yang ingin berlari, berjalan santai, atau bersepeda tanpa harus menempuh rute terlalu panjang.
Saat ini, penataan kawasan Rasuna Said telah mencapai sekitar 95 persen. Pemerintah menargetkan proyek tersebut dapat selesai dan diresmikan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun DKI Jakarta.
Dengan infrastruktur semakin baik, CFD di Rasuna Said diharapkan dapat menghadirkan kenyamanan lebih dibandingkan saat masa uji coba sebelumnya. Kehadiran lokasi baru ini menjadi langkah untuk memperluas ruang publik yang sehat dan ramah bagi masyarakat.
Pramono berharap keberadaan CFD tidak hanya mendorong Gaya Hidup sehat, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antarwarga melalui berbagai aktivitas yang berlangsung setiap akhir pekan.
“Mudah-mudahan, ini akan membuat masyarakat Jakarta lebih menggemari lari, jogging, dan hidupnya lebih sehat, dan terutama adalah Car Free Day sekarang ini menjadi tempat untuk silaturahmi,” harap Pramono.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!