Revolusi Wisata Udara: Perjalanan Internasional Tanpa Dokumen Fisik Segera Terwujud
Kamis, 9 April 2026 | 14:27
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
Perjalanan Udara global tengah berada di ambang transformasi besar. Sebuah perubahan akan mengubah cara menjelajah dunia, dari antrean panjang di bandara hingga pengalaman lintas batas nyaris tanpa hambatan.
Menurut International Air Transport Association (IATA), wisatawan dari Afrika Selatan dan berbagai belahan dunia dalam waktu dekat mungkin dapat bepergian tanpa perlu membawa paspor fisik atau boarding pass.
Uji coba konsep identitas digital melibatkan maskapai, bandara, pemerintah, dan penyedia teknologi di kawasan Eropa dan Asia-Pasifik.
BACA JUGA
Lima Negara Mendominasi Arus Wisata ke Indonesia Sepanjang 2025
5 Negara dengan Jam Puasa Terpanjang, Berani Coba Traveling?
Bukan Paris atau Tokyo, Ini Destinasi dengan Pertumbuhan Wisata Tercepat 2026
Uji coba tersebut menunjukkan perjalanan internasional berbasis biometrik dan tanpa kontak kini bukan lagi sekadar gagasan futuristik. Secara teknis, sistem ini sudah bisa diterapkan.
Dalam skema ini, pelancong cukup menggunakan versi digital paspor yang tersimpan di ponsel pintar mereka.
Identitas kemudian diverifikasi melalui pengenalan wajah atau teknologi biometrik lainnya saat melewati sejumlah titik di bandara.
Artinya, wisatawan tidak lagi harus berulang kali menunjukkan dokumen fisik di setiap tahapan perjalanan, mulai dari check-in hingga boarding.
IATA menjelaskan sistem identitas digital ini mampu mendukung perjalanan terintegrasi, bahkan ketika melibatkan berbagai maskapai dan platform identitas digital berbeda.
Beberapa solusi yang diuji termasuk Digital ID di Apple Wallet untuk pemegang paspor AS, Google ID Pass untuk pemegang paspor Inggris dan AS, serta sistem nasional seperti Digi Yatra dari India.
Seluruh pengujian ini dibangun di atas standar One ID milik IATA, Contactless Travel Directory, serta standar internasional yang dikembangkan ISO, OpenID, dan W3C.
“Kami telah membuktikan identitas digital untuk perjalanan internasional bekerja dengan aman dan efisien,” kata Direktur Jenderal IATA, Willie Walsh.
“Untuk memberikan manfaat dari modernisasi penting ini kepada para pelancong, pemerintah harus mempercepat upaya dalam menerbitkan dan menerima Digital Travel Credentials (DTCs), versi digital yang aman dari paspor,” lanjutnya.
Menurut Walsh, manfaat dari sistem ini sangat signifikan, mulai dari peningkatan keamanan hingga perjalanan lebih lancar dan efisien.
Uji coba juga menunjukkan penumpang dapat membagikan informasi yang diperlukan secara aman sebelum keberangkatan, tentunya dengan persetujuan mereka.
Hal ini memungkinkan proses pemeriksaan dilakukan bahkan sebelum mereka tiba di bandara, mengurangi antrean dan meminimalkan pemeriksaan dokumen berulang.
Verifikasi biometrik terbukti mampu menggantikan pemeriksaan manual di berbagai titik bandara, menciptakan Pengalaman Perjalanan yang disebut IATA sebagai “tap-and-go”.
“Dengan berbagi data identitas lebih awal, pemeriksaan dapat diselesaikan lebih cepat, mengurangi kebutuhan pemeriksaan dokumen di bandara dan memangkas antrean,” kata Walsh.
Langkah menuju dokumen perjalanan digital ini juga sejalan dengan inisiatif yang sebelumnya diusulkan International Civil Aviation Organization (ICAO).
Teknologi ini dinilai semakin matang dan siap diimplementasikan secara luas.
Direktur Industry and Innovation di SITA Andy Smith menyebut perkembangan ini sebagai perjalanan menarik dan telah lama dinantikan.
“Ini perjalanan yang sangat menarik dan sudah kami jalani sejak lama,” kata Andy Smith.
“Yang kini kita capai, pelancong memiliki kepastian, mereka dapat melalui bandara, melintasi perbatasan, dengan lancar tanpa harus menunjukkan paspor atau boarding pass,” tambahnya.
Smith juga menekankan sebagian besar proses perjalanan dapat diselesaikan bahkan sebelum wisatawan berangkat ke bandara.
“Sebelum Anda berangkat ke bandara, Anda sudah tahu semua proses maskapai telah selesai,” katanya.
“Anda tahu Anda akan memiliki pengalaman lancar di bandara, dan yang lebih penting, saat tiba di tujuan, Anda akan mendapatkan proses kedatangan jauh lebih sederhana.”
Meski demikian, IATA mengingatkan opsi berbasis dokumen fisik tetap harus tersedia, guna memastikan perjalanan tetap inklusif bagi semua kalangan.
Di masa depan, perjalanan mungkin bukan lagi tentang menunjukkan dokumen di setiap gerbang, melainkan tentang bagaimana teknologi bekerja diam-diam di balik layar.
Sumber: businesstech.co.za










