Wisata Kuliner Khas Palembang, 4 Hidangan yang Wajib Dicoba Selain Pempek
Rabu, 15 April 2026 | 13:53
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/M Iman Pramana
Di balik panorama Sungai Musi, tersimpan jejak rasa yang telah lama menjadi identitas Kota Palembang. Tak hanya dikenal lewat Jembatan Ampera dan pempek, Palembang menawarkan kekayaan kuliner berbasis ikan dari dapur tradisional hingga meja makan wisatawan.
Seiring meningkatnya minat Wisata Kuliner, Palembang semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi gastronomi unggulan di Indonesia.
Kemudahan akses, termasuk jalur darat dari berbagai kota seperti Lampung, membuka peluang bagi wisatawan untuk menjelajahi ragam hidangan autentik sarat cita rasa lokal.
BACA JUGA
Destinasi Rasa Halal, Potensi Kuliner Indonesia di Peta Global
Liburan Murah Meriah! Ke Purwakarta Naik Kereta Cuma Rp 9 Ribuan?
Sate Bulayak, Menu Buka Puasa Legendaris di Lombok Barat yang Wajib Dicoba
Di antara banyak pilihan, empat kuliner berikut menjadi representasi kuat dari kekayaan rasa Palembang:
1. Pindang Patin
Hidangan ini menjadi ikon rasa paling ekspresif. Kuahnya menghadirkan perpaduan asam, manis, dan pedas seimbang, berpadu dengan potongan ikan patin segar dan irisan nanas.
Aromanya bersih, rasanya ringan namun berlapis, menjadikannya menu wajib bagi pencinta Kuliner Nusantara.
2. Celimpungan
Berbeda dengan pindang, celimpungan menawarkan sensasi lebih lembut. Disajikan dalam kuah santan kuning kental, teksturnya kenyal dengan rasa gurih yang dalam. Hidangan ini kerap hadir sebagai menu sarapan, memberi kehangatan sejak pagi.
3. Tekwan
Tekwan menghadirkan pendekatan rasa lebih ringan. Berbasis kaldu udang jernih, hidangan ini berisi bulatan kecil adonan ikan, bihun, dan jamur. Perpaduannya menghasilkan rasa gurih segar dan tidak terlalu berat di lidah.
4. Burgo
Sebagai pelengkap, burgo membawa karakter tradisional kuat. Terbuat dari gulungan tipis tepung beras yang disajikan dengan kuah santan gurih dan suwiran ikan, hidangan ini menawarkan tekstur lembut dengan rasa sederhana namun kaya.
Keempat hidangan ini mencerminkan bagaimana masyarakat Palembang mengolah hasil sungai menjadi warisan kuliner dari generasi ke generasi.
Lebih dari sekadar makanan, setiap sajian adalah narasi budaya, menghubungkan masa lalu dengan masa kini.










