ID EN

Analisis Grup D Piala Thomas 2026: Jojo Percaya Diri Indonesia Lolos ke Fase Gugur

Rabu, 15 April 2026 | 15:00

Penulis: Arif S

Jonatan Christie
Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie.
Sumber: PBSI

Optimisme mengalir dari kubu Tim Bulu Tangkis Indonesia jelang Piala Thomas 2026. Hasil undian menempatkan Merah Putih di Grup D bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair. Komposisi ini di atas kertas memberi peluang, namun tetap menyisakan tantangan nyata.

Tunggal Putra Indonesia, Jonatan Christie, membaca peta persaingan dengan percaya diri. Dengan tidak meremehkan kekuatan lawan, terutama Prancis dan Thailand, Jonatan melihat jalur menuju fase gugur masih terbuka lebar bagi Indonesia.

“Kalau melihat di atas kertas, mungkin dari Prancis kans gandanya lebih besar. Untuk Thailand di tunggal mungkin 50-50, tapi kami tetap optimistis bisa tampil terbaik dan semoga jadi juara grup,” ujar Jonatan di Jakarta.

Prancis datang dengan status juara Kejuaraan Beregu Putra Eropa 2026 setelah menaklukkan Denmark 3-2. 

Kedalaman skuad mereka terlihat dari sektor tunggal dengan kehadiran Christo Popov, Toma Junior Popov, dan Alex Lanier—tiga nama muda yang mulai konsisten di level elite. 

Di ganda, kombinasi Thom Gicquel juga memberi dimensi tambahan yang patut diwaspadai.

Thailand tidak kalah solid. Mereka mengandalkan Kunlavut Vitidsarn sebagai ujung tombak sektor tunggal, didukung Panitchaphon Teeraratsakul yang kini menembus 30 besar dunia. 

Sementara di ganda, pengalaman Dechapol Puavaranukroh menjadi faktor pembeda.

Indonesia memadukan pengalaman dan energi muda sebagai fondasi utama. Nama-nama seperti Anthony Sinisuka Ginting, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama, hingga Moh Reza Pahlevi Isfahani menjadi tulang punggung, sementara talenta muda seperti Alwi Farhan mulai diberi panggung.

“Dengan peta kekuatan sekarang yang makin merata, siapa pun bisa menang. Saya harap kombinasi pemain senior dan junior bisa memberikan yang terbaik dan membawa pulang Piala Thomas,” kata Jonatan.

Sejarah berada di pihak Indonesia. Dengan 14 gelar, Merah Putih masih menjadi negara tersukses di ajang ini.

Tradisi juara dimulai sejak 1958 terus berlanjut lintas generasi, dengan titel terakhir diraih pada edisi 2020 (digelar 2021) saat Indonesia mengalahkan China 3-0 di final.

India dan China masing-masing mengangkat trofi dalam dua edisi terakhir, menandai semakin ketatnya persaingan global.