ID EN

Target Tercapai, Timnas Futsal Indonesia Tanpa Beban Hadapi Semifinal ASEAN 2026

Kamis, 9 April 2026 | 09:39

Penulis: Arif S

Pelatih timnas futsal Indonesia Hector Souto
Pelatih timnas futsal Indonesia Hector Souto.
Sumber: Antara/Rauf Adipati

Tim Nasional Futsal Indonesia datang ke Kejuaraan ASEAN Futsal 2026 di Thailand dengan target lolos ke semifinal. Di bawah arahan pelatih asal Spanyol, Hector Souto, skuad Merah Putih telah menggenggam tiket ke semifinal dengan status juara Grup B.

Kemenangan dramatis 3-2 atas Australia di laga terakhir fase grup menjadi penegas konsistensi Indonesia sepanjang turnamen. 

Sebelumnya, mereka menghajar Brunei Darussalam 7-0 dan mengamankan kemenangan 1-0 atas Malaysia. 

Sembilan poin sempurna dari tiga pertandingan membawa Indonesia melaju tanpa cela.

Namun, bagi Hector Souto, pencapaian tersebut bukan sekadar hasil, melainkan fondasi mental menjelang fase krusial.

"Saat ini kami sudah mencapai target awal kami, sehingga tidak ada tekanan bagi kami," kata Hector dalam keterangan resmi usai Indonesia mengalahkan Australia 3-2 pada laga terakhir fase grup.

Dengan target awal yang telah tercapai, Indonesia menapaki semifinal dengan pendekatan berbeda, lebih lepas, tetapi tetap fokus. Tidak ada beban berlebih, hanya dorongan untuk tampil maksimal dan melangkah lebih jauh.

Hector menegaskan pekerjaan tim belum selesai. Evaluasi tetap dilakukan, terutama pada detail kecil yang bisa menjadi pembeda di fase gugur.

"Namun, yang terpenting adalah mempersiapkan diri agar tetap dalam kondisi terbaik," katanya.

Lebih dari sekadar hasil di lapangan, perjalanan Indonesia di turnamen ini juga membawa dampak jangka panjang. Hector melihat momentum ini sebagai peluang untuk menginspirasi Generasi Muda futsal Indonesia.

"Mereka (para pemain muda) bisa melihat penampilan para senior dari dekat dan berkata, 'Wah, mereka baru berusia 20, 21, atau 22 tahun. Dalam empat atau lima tahun ke depan saya juga bisa bermain di tim nasional'," katanya.

Pesan tersebut menegaskan tim nasional bukan hanya milik pemain saat ini, tetapi juga milik masa depan. 

Harapan itu diperkuat dengan komitmen pelatih untuk membuka pintu selebar-lebarnya bagi talenta muda.

"Itulah yang ingin kami lakukan, yaitu memberikan harapan baru bagi para pemain muda," pungkasnya.