ID EN

Hector Souto Tak Bebani Target Juara di ASEAN Futsal 2026, Fokus Performa Timnas Indonesia

Kamis, 2 April 2026 | 11:00

Penulis: Arif S

Pelatih timnas futsal Indonesia Hector Souto
Pelatih timnas futsal Indonesia Hector Souto.
Sumber: Antara/Rauf Adipati

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, memilih pendekatan berbeda jelang Kejuaraan Futsal ASEAN 2026. Ia tidak membebani skuadnya target juara, meski status Indonesia sebagai juara bertahan.

Souto lebih memprioritaskan performa dan identitas permainan di turnamen yang akan berlangsung di Thailand pada 5–13 April. 

"Saya tidak membebankan pemain soal hasil. Saya hanya meminta mereka untuk bermain dengan gaya kami dan memberikan yang terbaik," ujar Souto usai memimpin latihan Timnas Futsal Indonesia di Jakarta, Rabu.

Indonesia datang sebagai kampiun edisi 2024, tetapi pelatih asal Spanyol itu menegaskan konteks persiapan kali ini sangat berbeda. 

Pada edisi sebelumnya, tim memiliki waktu sekitar dua bulan untuk mematangkan strategi, termasuk pemusatan latihan di Malang, Yogyakarta, dan Jakarta, serta uji coba selama 10 hari di Thailand.

Kini, waktu menjadi kendala utama. Hingga Rabu, skuad baru menjalani latihan selama tiga hari dan hanya memiliki dua hari tambahan sebelum bertolak ke Thailand. Situasi ini diakui Souto menyulitkan proses adaptasi tim.

‎Meski demikian, ekspektasi internal tetap dijaga agar tidak menurun. Souto menegaskan timnya tetap akan tampil kompetitif di tengah keterbatasan waktu.

"Seperti penilaian beberapa pelatih lain, Indonesia mempunyai pemain dengan kemampuan yang bagus. Sebuah tim bisa saja tampil bagus, tetapi kalah. Atau tampil buruk dan menang. ‎Yang penting, kami harus tampil kompetitif," kata pelatih berusia 44 tahun itu.

Sejak menangani timnas, Souto membawa Indonesia meraih gelar Kejuaraan ASEAN Futsal 2024, medali Emas SEA Games 2025, dan menjadi runner-up Piala Asia Futsal AFC 2026. Rekam jejak ini membuat Indonesia diperhitungkan di kawasan.

Pada edisi 2026, Indonesia tergabung di Grup B bersama Australia, Malaysia, Kamboja, dan Brunei Darussalam, dengan tantangan menjaga konsistensi di tengah persaingan yang semakin merata.

Albagir Kembali, Persaingan Kiper Menghangat

Kiper Muhammad Albagir menyambut positif kesempatan kembali ke timnas setelah sempat absen cukup lama. Ia bahkan tidak masuk skuad saat Indonesia melaju hingga final Piala Asia Futsal awal tahun ini, ketika posisi utama ditempati Ahmad Habibie.

“Pasti senang ya. Kalau sudah berapa lama... cuma, ya tetap masih ditarget yang sama, lolos dulu dari seleksi ini baru pikirkan yang selanjutnya,” kata Albagir.

Kiper Blacksteel itu terakhir kali memperkuat Indonesia di ajang 4 Nation Series saat menghadapi Jepang, di mana tim Merah Putih menang 1-0.

Ambisi Pertahankan Gelar

Pemain Timnas futsal, Dewa Rizki menyimpan ambisi besar untuk mempertahankan gelar juara. Dewa menjadi bagian dari skuad Indonesia yang meraih gelar edisi 2024 setelah menaklukkan Vietnam 2-0 di final.

“Pastinya jadi motivasi tersendiri. Apalagi Piala AFF (Kejuaraan ASEAN Futsal) sebelumnya Indonesia juara. Pastinya ingin mempertahankan gelar juaranya, dan terus bekerja keras,” kata Dewa.

Ia menegaskan komitmennya untuk tampil maksimal demi mengamankan tempat di skuad akhir.

“Pastinya sangat bersyukur karena saya dipanggil untuk seleksi Piala AFF (Kejuaraan ASEAN Futsal) ini. Pastinya saya ingin menampilkan yang terbaik lagi di setiap pertandingannya. Pokoknya all-out, do the best untuk diri sendiri dan Indonesia,” pungkas pemain yang menjadi bagian dari skuad finalis Piala Asia Futsal 2026 itu.