Proyek Water Taxi Bali, Cara Baru Menikmati Perjalanan dari Ngurah Rai ke Canggu
Kamis, 9 April 2026 | 11:27
Penulis: Arif S

Sumber: Kemenhub
Di balik keindahan Bali, kemacetan kerap memotong ritme Perjalanan Wisata. Water Taxi menjadi sebuah gagasan baru untuk mengembalikan pengalaman menjelajah Pulau Dewata tanpa kemacetan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan taksi air ini dirancang untuk menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan Canggu, desa pantai yang kini menjadi magnet bagi peselancar, pekerja digital, hingga pencari senja.
“Water taxi dapat menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan pariwisata Canggu sebagai opsi mobilitas yang efisien, ramah lingkungan, dan mendukung sektor pariwisata di Bali,” ujarnya dalam agenda Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu.
BACA JUGA
Indonesia Masuk Daftar Destinasi Alternatif Favorit Influencer Dunia
Tren Baru Wisatawan China ke Bali: Anak Muda, Digital, dan Solo Traveling
DestinAsian Awards 2026: Bali Ungguli Destinasi Thailand dan Maladewa
Gagasan ini bukan sekadar tentang transportasi, melainkan cara baru menikmati Bali tanpa kemacetan di jalan darat selama 1,5-2 jam.
Dengan water taxi, wisatawan nantinya dapat menempuh perjalanan laut selama sekitar 30 menit, melintasi garis pantai yang membentang dari selatan hingga barat pulau.
Rute ini akan menghubungkan simpul-simpul wisata utama seperti Seminyak, Kuta hingga tebing Uluwatu. Setiap destinasi memiliki karakter berbeda, namun semuanya terhubung laut.
Canggu telah menjelma menjadi salah satu destinasi paling diminati di Bali. Survei menunjukkan kawasan ini masuk dalam tiga besar tujuan wisata favorit, baik bagi pelancong domestik maupun mancanegara.
Deretan kafe bergaya tropis, debur ombak dan komunitas kreatif menjadikan Canggu sebagai wajah baru Bali yang dinamis.
Namun, membangun jalur laut bukan tanpa tantangan. Laut selatan Bali dikenal memiliki karakter perairan yang dinamis, sehingga aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam perencanaan proyek ini.
“Untuk tetap menjamin aspek keselamatan dan keamanan pada perairan yang tergolong ekstrim, dibutuhkan layout dengan penahan gelombang atau breakwater untuk pelabuhan di Bandara Ngurah Rai atau Pantai Sekeh dan di Canggu di Pantai Brawa,” kata Menhub.
Proyek ini diperkirakan membutuhkan investasi awal Rp1,21 triliun, dengan PT ASDP Indonesia Ferry ditunjuk untuk menangani operasional.
Saat ini, proses masih berada pada tahap studi Detail Engineering Design (DED), dengan konstruksi direncanakan mulai Agustus 2026-Juli 2027.
Di balik angka dan rencana teknis, water taxi menawarkan Pengalaman Perjalanan yang kembali selaras dengan lanskap Bali.
Jika terealisasi, water taxi bisa menjadi babak baru dalam narasi Pariwisata Bali, lebih cepat, lebih hijau, dan lebih puitis.










