Bukan Argentina, Negara Ini Kandidat Terkuat Juara Piala Dunia 2026 Versi Superkomputer
Sabtu, 4 April 2026 | 13:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/UEFA
Menjelang bergulirnya Piala Dunia FIFA 2026, muncul banyak prediksi. Salah satu prediksi datang dari hasil simulasi superkomputer Opta yang menempatkan Timnas Spanyol sebagai kandidat terkuat juara pesta Sepak Bola Dunia.
Turnamen edisi kali ini akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah, digelar di tiga negara tuan rumah, Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko. Selain itu, turnamen kali ini menggunakan format baru dengan melibatkan 48 tim.
Berdasarkan laporan Marca, superkomputer Opta memberikan peluang sebesar 15,83 persen kepada Spanyol untuk mengangkat trofi.
BACA JUGA
Duel Finalissima Yamal vs Messi Batal, Timnas Spanyol Uji Kekuatan Lawan Serbia
Hasil Undian Piala Dunia 2026: Brasil dan Prancis Masuk 'Grup Neraka'
Piala Dunia 2026: Irak Tantang Kylian Mbappe dan Erling Haaland di Grup Neraka
Tim asuhan Luis de la Fuente dinilai memiliki keseimbangan ideal perpaduan talenta muda dengan pengalaman.
Meski digeser Prancis dari puncak ranking FIFA, performa La Roja tetap dianggap stabil. Konsistensi inilah yang membuat Spanyol berada di posisi teratas dalam prediksi berbasis data tersebut.
Prancis menempel ketat di posisi kedua dengan peluang 12,77 persen. Les Bleus diprediksi mencapai final ketiga secara beruntun, sebuah catatan impresif di era modern sepak bola dunia.
Di bawah mereka, Timnas Inggris dan Timnas Argentina sama-sama memiliki peluang di atas 10 persen.
Menariknya, juara bertahan Argentina justru tidak difavoritkan untuk mempertahankan gelar.
Sementara itu, Portugal dengan mengandalkan sosok veteran Cristiano Ronaldo dalam upaya meraih gelar dunia pertama melengkapi lima besar dengan peluang 6,92 persen.
Raksasa tradisional Brasil dan Jerman harus puas berada di luar lima besar, masing-masing di posisi keenam dan ketujuh. Namun, sejarah panjang dan kedalaman skuad membuat keduanya tetap menjadi ancaman serius.
Dengan selisih probabilitas relatif tipis, persaingan tim unggulan dipastikan berlangsung ketat. Format baru juga membuka peluang lebih luas, di mana delapan tim peringkat ketiga terbaik tetap bisa melaju ke babak 16 besar.
Menurut simulasi Opta, Korea Selatan, Iran, Australia, Austria, Pantai Gading, Swedia, Ghana, dan Qatar diproyeksikan lolos lewat jalur tersebut.










