Akses ke Surga Wisata Bintan Kini Super Mudah! ASDP Buka Jalur Emas
Rabu, 15 Oktober 2025 | 12:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/HO-ASDP
Diantara hamparan laut biru dan gugusan pulau tropis di Kepulauan Riau, Bintan tampil sebagai salah satu destinasi wisata yang memesona. Pantainya terkenal hingga mancanegara, kekayaan alamnya masih terjaga, dan budayanya menghadirkan pengalaman tak terlupakan.
Namun, keindahan itu tak akan berarti tanpa akses yang mudah dan koneksi antarpulau. Di sinilah peran lintasan Telaga Punggur–Tanjung Uban menjadi penting.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat layanan konektivitas lintasan strategis tersebut untuk memastikan mobilitas orang dan barang antara Pulau Batam dan Pulau Bintan semakin lancar.
BACA JUGA
Festival Lima Danau Jadi ‘Senjata Rahasia’ Solok Gaet Wisatawan
Desa Osing Kemiren Masuk Jaringan Wisata Dunia Versi UN Tourism
Menjelang 2026, Ini Alasan Traveling di Indonesia Makin Murah dan Makin Seru
Dua pulau ini bukan hanya pusat aktivitas industri dan ekonomi, tetapi juga gerbang utama menuju surga wisata Bintan.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen besar perusahaan dalam mendukung pengembangan pariwisata.
“Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia, dan Kepulauan Bintan adalah salah satu mutiara di dalamnya. Dengan hadirnya lintasan Telaga Punggur-Tanjung Uban, kami ingin memastikan akses masyarakat dan wisatawan menjadi lebih mudah, cepat, dan nyaman,” ujar Heru.
Bayangkan sebuah perjalanan menyeberang laut selama beberapa menit, lalu tiba di pulau dengan pantai berpasir putih dan air sebening kristal.
Heru menggambarkan jalur penyeberangan ini sebagai urat nadi kehidupan masyarakat sekaligus gerbang menuju berbagai destinasi wisata unggulan.
“Di hamparan biru laut Kepulauan Riau, terbentang jalur penyeberangan yang menjadi nadi kehidupan masyarakat dan gerbang menuju destinasi wisata unggulan Indonesia. Salah satunya adalah lintasan Telaga Punggur-Tanjung Uban,” katanya.
Menurutnya, lintasan ini telah menjadi jalur vital karena menghubungkan dua kawasan strategis yang potensinya terus berkembang—Batam sebagai pusat industri, dan Bintan sebagai ikon pariwisata.
"Keindahan Kepulauan Bintan memang seolah tak pernah habis untuk dijelajahi. Dari pesona Pantai Trikora yang memesona, Pantai Pengudang yang masih alami, hingga ketenangan Pantai Senggiling yang menenangkan jiwa,"** katanya.
Namun pesona Bintan tidak berhenti di pantai. Pulau ini menawarkan berbagai pilihan wisata alam lainnya. Wisatawan juga bisa menemukan keelokan Air Terjun Gunung Bintan dan Bintan Mangrove, dengan alam tropis yang asri.
Menariknya, Bintan bukan hanya surga wisata, tetapi juga lumbung pangan. Pulau ini juga menjadi penghasil beragam komoditas pangan seperti jagung, sukun, hingga aneka ubi-ubian, yang mendukung ketahanan pangan di kawasan Kepulauan Riau.
Karena itu, keberadaan lintasan Telaga Punggur–Tanjung Uban bukan hanya soal pariwisata. Kehadiran lintasan Telaga Punggur – Tanjung Uban bukan hanya memperkuat sektor wisata, tapi juga memperlancar arus logistik dan perdagangan antar pulau.
Tingginya mobilitas masyarakat dan wisatawan tercermin dari data Januari–September 2025. ASDP mencatat lintasan ini telah melayani 217.257 penumpang dan 274.998 kendaraan.
Dari jumlah itu, 161.281 unit sepeda motor mendominasi, disusul 90.697 mobil pribadi. Angka ini menunjukkan betapa besar minat untuk mengunjungi Bintan.
Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin menjelaskan, layanan kini semakin optimal. Lintasan beroperasi reguler setiap satu jam, pukul 06.00–18.00 WIB, dengan armada andalan seperti KMP Barau, KMP Tanjung Burang, KMP Lome, KMP Sembilang, KMP Senangin, dan KMP Mulia Nusantara.
“Kami terus melakukan pembaruan sarana dan prasarana untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jasa. Salah satunya adalah pembangunan koridor khusus bagi pejalan kaki agar mobilitas di area pelabuhan lebih tertib dan aman,” jelas Shelvy.
ASDP tidak berhenti pada satu rute saja. Perusahaan ini juga mengoperasikan berbagai lintasan penting lainnya seperti Telaga Punggur–Mengkapan, Telaga Punggur–Kuala Tungkal, Telaga Punggur–Dabo, Telaga Punggur–Telaga Balai Karimun, Dabo–Kuala Tungkal, Telaga Balai Karimun–Mengkapan, Dumai–Rupat, hingga Telaga Balai Karimun–Selat Beliah.
"Semangat ASDP dalam memperkuat konektivitas antar pulau tak hanya berorientasi pada mobilitas, tetapi juga pada peningkatan nilai tambah bagi masyarakat dan pariwisata daerah," kata Shelvy.
Dengan akses penyeberangan yang semakin kuat, wisatawan kini dapat menjelajahi Bintan dengan lebih mudah. Dari pantai eksotis hingga wisata alam tropis, dari budaya lokal hingga kuliner khas. Bintan tak lagi sekadar pulau, tapi destinasi wisata yang siap menyambut wisatawan mancanegara.(Antara)










