ID EN

Sulit Fokus Setelah Liburan? Ini Cara Efektif Mengatasi Post Holiday Blues

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:00

Penulis: Arif S

Ilustrasi - Aksesoris liburan
Ilustrasi - Aksesoris liburan.
Sumber: Envato

Fenomena Post Holiday Blues kerap dialami banyak orang setelah melewati masa Liburan panjang, termasuk setelah momen Lebaran. Kondisi ini ditandai dengan penurunan suasana hati, kelelahan, hingga sulit berkonsentrasi saat kembali ke rutinitas kerja.

Psikolog dari Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Tangerang, Glori Telis Amanta, menjelaskan perubahan drastis dari suasana santai selama liburan menuju aktivitas lebih terstruktur menjadi pemicu utama kondisi tersebut. 

Dalam perspektif ilmiah, kondisi ini merupakan respons adaptif tubuh terhadap perubahan ritme biologis dan tekanan psikologis.

“Perasaan tidak semangat, lelah, hingga sulit fokus setelah liburan adalah hal yang umum terjadi. Namun, kondisi ini perlu segera diatasi agar tidak berdampak pada produktivitas dan kesehatan mental,” ujarnya dalam keterangan di Tangerang, Kamis

Adaptasi Ritme Biologis Setelah Liburan

Secara fisiologis, liburan seringkali mengganggu ritme sirkadian, jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun. 

Perubahan Pola Tidur, konsumsi makanan tidak teratur, serta aktivitas minim struktur dapat memengaruhi keseimbangan hormon seperti kortisol dan melatonin.

Karena itu, mengembalikan pola tidur dan pola makan menjadi langkah krusial dalam proses pemulihan. 

Tidur cukup dan konsumsi makanan bergizi membantu menstabilkan energi, meningkatkan fungsi kognitif, serta memperbaiki suasana hati.

Strategi Mengatasi Post Holiday Blues

Pendekatan yang disarankan bersifat bertahap dan adaptif. Tidak langsung menjalani aktivitas berat pada hari pertama kerja dapat membantu tubuh menyesuaikan diri secara perlahan. 

Proses ini penting untuk mencegah stres berlebih yang dapat memperburuk kondisi psikologis.

Selain itu, menjaga energi positif dari pengalaman liburan juga terbukti secara psikologis dapat meningkatkan motivasi. 

Mengingat kembali momen menyenangkan atau berbagi cerita dengan orang terdekat dapat memicu emosi positif yang berkontribusi pada kesejahteraan mental.

Menyusun rencana kegiatan baru yang menyenangkan, seperti Olahraga rutin atau interaksi sosial, juga berperan dalam meningkatkan produksi hormon endorfin yang berkaitan dengan perasaan bahagia.

Lebih lanjut, praktik mindfulness seperti fokus pada hal-hal positif dan rasa syukur terhadap pengalaman selama liburan dapat membantu menjaga stabilitas emosi dan mengurangi risiko stres berkepanjangan.

Penanganan post holiday blues tidak hanya penting untuk menjaga performa kerja, tetapi juga untuk kesehatan mental jangka panjang.***