ID EN

Jelang Debut Bersama Timnas Indonesia, Herdman Apresiasi Peran Shin Tae-yong dan Kluivert

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:30

Penulis: Arif S

John Herdman dan Elkan Baggott
Pelatih timnas Indonesia John Herdman dan pemain timnas Indonesia Elkan Baggott.
Sumber: Itsme

Era baru Timnas Indonesia di bawah John Herdman dimulai dengan membangun masa depan tanpa melupakan fondasi masa lalu. Menjelang debutnya di ajang FIFA Series, Herdman mengapresiasi Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert yang turut membangun pondasi Skuad Garuda

“Anda tahu, kerja bagus dari Shin Tae-yong, kerja bagus dari Patrick Kluivert. Setiap pelatih menambahkan sesuatu ke tim ini, identitas mereka,” ujar Herdman saat konpers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis..

Bagi pelatih asal Inggris itu, perjalanan sebuah tim nasional tidak selalu dimulai dari nol, tetapi bisa dengan mengembangkan warisan yang telah dibangun. 

Ia melihat fondasi kuat dari era Shin Tae-yong terutama dalam organisasi pertahanan dan sentuhan ofensif lebih terbuka dari Kluivert sebagai dua elemen penting.

“Jadi bagi seorang pelatih, Anda bekerja dengan fondasi yang ada, dan seperti yang saya katakan, struktur pertahanan yang diterapkan oleh Shin Tae-yong sangat fantastis, Patrick membawa gaya yang lebih ekspansif. Dan bagi saya, ini membawa hal tersebut ke tingkat berikutnya,” katanya.

Pendekatan tersebut akan mulai diuji saat Indonesia menghadapi St Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat 27 Maret 2026.

Lebih jauh, Herdman mencoba merumuskan gaya bermain yang mencerminkan karakter bangsa Indonesia.

“Sebagai sebuah negara, apa yang Anda terima adalah identitas yang mewakili diri Anda. Dari apa yang saya lihat di Indonesia, orang-orangnya pekerja keras, ada semangat artistik, dan ada kekeluargaan, ada kebersamaan,” kata pelatih yang sukses membawa Timnas Kanada ke Piala Dunia FIFA 2022 itu.

“Jadi semua elemen itu akan terangkum dalam gaya permainan kami. Saya rasa, jika melihat versi Indonesia sebelumnya, ada banyak hal yang saya sukai. Kemampuan bertahan tim, kemampuan mereka untuk tetap kompak, kuat, dan solid,” lanjutnya.

Meski demikian, Herdman tidak menutup mata terhadap kekurangan yang masih ada. Ia menyoroti perlunya peningkatan dalam transisi serangan dan organisasi permainan agar tim tampil lebih dinamis.

Ia menambahkan, dalam sepak bola modern, kemampuan beradaptasi bukan lagi keunggulan tambahan, melainkan kebutuhan utama.

“Dalam sepak bola internasional saat ini, Anda harus lebih mudah beradaptasi. Baik sebelum pertandingan, selama pertandingan, maupun di antara pertandingan. Jadi, Anda akan melihat elemen tersebut dalam sepak bola,” pungkasnya.***  

Reporter: Syafira Salsa