ID EN

Bos Como 1907 Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia, Fabregas Berduka

Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:43

Penulis: Respaty Gilang

Michael Bambang Hartono
Bos Como, Michael Bambang Hartono meninggal dunia.
Sumber: Antaranews

Kabar duka menyelimuti Como 1907. Salah satu pemilik klub, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada Kamis, 19 Maret 2026, di Singapura dalam usia 86 tahun.

Kepergian tokoh penting di balik kebangkitan Como ini meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga seluruh elemen klub. Sosok Hartono dikenal sebagai figur kunci dalam transformasi besar yang dialami Como sejak beberapa tahun terakhir.

Melalui Djarum Group, Michael Bambang Hartono bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, mengakuisisi Como 1907 pada 2019. Sejak saat itu, klub yang sempat terpuruk di kasta bawah perlahan bangkit dan mencatatkan perjalanan impresif hingga menembus Serie A.

Transformasi tersebut kini berbuah manis. Como 1907 bahkan menjelma sebagai salah satu kuda hitam di Serie A musim ini dengan menempati posisi keempat Klasemen sementara, sekaligus membuka peluang tampil di Liga Champions musim depan.

Pelatih Como, Cesc Fabregas, menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian sosok yang dianggap sangat berpengaruh bagi klub.

"Saya ingin mengucapkan secara publik bila kami kehilangan seseorang yang sangat penting buat klub dan kami semua, Michael Bambang Hartono," kata Fabregas jelang laga Como vs Pisa, Sabtu, 21 Maret 2026, dini hari WIB.

"Saya mau menyampaikan duka cita untuk keluarga Hartono atas apa yang sudah mereka berikan kepada kota dan klub kami," ujarnya.

Fabregas sendiri menjadi bagian dari perjalanan Como sejak 2022 saat masih berstatus pemain di Serie B. Ia kemudian berperan sebagai pelatih interim hingga asisten, sebelum akhirnya dipercaya sebagai pelatih kepala ketika klub sukses promosi ke Serie A pada 2024.

Perjalanan Como 1907 dari Serie D hingga kini bersaing di papan atas Serie A tak lepas dari peran besar Hartono Bersaudara. Kepergian Michael Bambang Hartono menjadi kehilangan besar di tengah momentum kebangkitan klub.