ID EN

Dari David Beckham hingga Lionel Messi, Bintang Sepak Bola yang Jadi Pemilik Klub

Jumat, 20 Februari 2026 | 15:14

Penulis: Arif S

Lionel Messi di FIFA Club World Cup 2025
Lionel Messi di FIFA Club World Cup 2025.
Sumber: Antara/Xinhua/Huang Zongzhi

Peluit panjang memang menandai akhir pertandingan, tetapi bagi sebagian Legenda Sepak Bola, itu adalah babak baru. Di tengah industri yang semakin korporat dan global, sejumlah pemain dan mantan pemain top dunia memilih naik kelas dengan menjadi pemilik klub.

Mereka tidak lagi memburu gelar tetapi membangun proyek, merancang identitas klub, dan menanam investasi jangka panjang. 

Dari MLS hingga liga kasta bawah Eropa, fenomena pemain menjadi pemilik klub menunjukkan bagaimana pengaruh seorang bintang bisa bertahan jauh melampaui masa primanya.

Berikut deretan nama besar yang kini menjadi Pemilik Klub Sepak Bola:

David Beckham dan Revolusi Inter Miami CF

David Beckham adalah pemilik Inter Miami CF, klub yang berlaga di Major League Soccer (MLS). Ia mendirikan Inter Miami pada 2018 sebagai bagian dari kesepakatan saat masih bermain di MLS.

Inter Miami berubah menjadi magnet global ketika sukses mendatangkan Lionel Messi. Dari proyek ekspansi, Inter Miami menjelma menjadi pusat gravitasi sepak bola Amerika Utara.

Thierry Henry Masuk Struktur Como 1907

Legenda Prancis Thierry Henry menjadi salah satu pemilik saham klub Italia, Como 1907. Ia bergabung sebagai investor bersama mantan rekannya di Arsenal, Cesc Fabregas.

Di Como, Henry memilih peran lebih tenang namun strategis, membantu membangun fondasi klub dari sisi manajemen dan pengembangan jangka panjang.

Ronaldo Nazario dan Kendali di Real Valladolid

Ronaldo membeli saham mayoritas Real Valladolid pada 2018. Selain itu, ia juga memiliki Cruzeiro Esporte Clube, klub masa kecilnya di Brasil.

Langkah ini menunjukkan ambisi Ronaldo membangun ulang klub lewat struktur kepemilikan dan manajemen, bukan sekadar romantisme masa lalu.

Zlatan Ibrahimovic dan Pertaruhan di Hammarby IF

Ibrahimovic membeli sebagian saham Hammarby IF pada 2019 melalui perusahaan investasinya. Keputusan itu sempat kontroversial karena ia pernah menjadi ikon Malmö FF, rival Hammarby IF.

Namun bagi Zlatan, langkah itu mencerminkan ambisi bisnis sekaligus keterlibatan dalam perkembangan sepak bola Swedia.

Cesar Azpilicueta dan Model Digital Hashtag United

Azpilicueta menjadi salah satu pemilik Hashtag United pada 2020. Klub ini awalnya berdiri sebagai tim YouTube. Dalam perkembangannya, klub ini menjadi semiprofesional Inggris.

Investasi ini menunjukkan bagaimana ekosistem sepak bola modern bisa lahir dari komunitas digital dan tumbuh menjadi entitas kompetitif.

Paul Scholes di Balik Salford City

Scholes merupakan salah satu pemilik Salford City di English Football League Two bersama rekan-rekannya dari Generasi Emas Manchester United.

Ia sempat menjabat sebagai manajer sementara klub pada 2015, bukti bahwa perannya bukan simbolis, melainkan operasional.

Gerard Pique dan Transformasi FC Andorra

Melalui Kosmos Holding, Piqué membeli FC Andorra pada 2018. Di bawah kepemimpinannya, klub tersebut naik dari kasta bawah ke Segunda Division.

Pendekatan modern dan berbasis investasi menjadi ciri proyeknya, lebih korporat dan lebih terstruktur.

Didier Drogba dan Peran Ganda di Phoenix Rising FC

Drogba memiliki saham di Phoenix Rising FC yang bermain di USL Championship.

Ia sempat bermain untuk klub tersebut sebelum pensiun pada akhir musim 2018.

Perannya sebagai pemain sekaligus pemilik menjadikannya contoh nyata bagaimana legenda bisa terlibat langsung dalam proyek yang ia bangun.

Jamie Vardy dan Ekspansi di Rochester New York FC

Vardy menjadi pemilik sebagian saham Rochester New York sejak 2021. 

Ia terlibat dalam pembangunan ulang klub dan ingin membawa sentuhan sepak bola Inggris ke Amerika Serikat.

Lionel Messi & Luis Suarez Bangun Deportivo LSM

Messi dan Suarez mendirikan Deportivo LSM yang berlaga di divisi keempat Liga Uruguay. Klub ini awalnya didirikan Suarez pada 2018 dengan nama Deportivo LS sebelum Messi bergabung sebagai mitra.

Nama LSM merupakan akronim dari Luis Suarez Messi, simbol kolaborasi dua sahabat dalam proyek sepak bola.

Di era sepak bola modern, warisan tidak lagi sekadar dihitung dari jumlah trofi atau gol. Para veteran ini memilih memperpanjang pengaruh mereka lewat struktur kepemilikan, investasi, dan pembangunan klub.