ID EN

KAI Wisata Semarakkan Mudik Lebaran dengan Hiburan Budaya dan Layanan Kereta Premium

Sabtu, 14 Maret 2026 | 12:15

Penulis: Arif S

Kereta Panoramic
Dokumentasi - Kereta Panoramic.
Sumber: KAI

Suasana mudik Lebaran tidak selalu identik dengan antrean panjang dan keramaian di peron. Di salah satu stasiun tersibuk Jakarta, pengalaman menunggu kereta justru berubah menjadi perayaan kecil budaya Nusantara.

Melalui inisiatif dari PT Kereta Api Indonesia lewat anak usahanya KAI Wisata, para pemudik dari Stasiun Pasar Senen disambut dengan alunan gamelan dan pertunjukan tarian tradisional pada awal masa angkutan Lebaran 1447 Hijriah.

Program tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi cara baru menyemarakkan tradisi mudik, ritual tahunan masyarakat Indonesia yang sarat makna perjalanan pulang ke kampung halaman.

Direktur Komersial KAI Wisata, Hetty Herawati, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi untuk pelanggan yang memilih kereta api sebagai moda transportasi mudik.

"Jadi salah satu komitmen kami dari KAI Wisata ini adalah sebagai bagian dari keluarga besar KAI, kami memberikan hiburan-hiburan. Dan hari ini kita melihat ada tarian, ada gamelan yang memeriahkan, kami datangkan khusus untuk menghibur pelanggan yang hadir di sini," ujar Hetty di Stasiun Pasar Senen Jakarta, Jumat.

Ketika Stasiun Menjadi Panggung Budaya

Pada 13 Maret 2026, momentum pelepasan angkutan Lebaran dimanfaatkan KAI Wisata untuk menghadirkan Pengalaman Perjalanan lebih hangat bagi para penumpang.

Para pelanggan disuguhi pertunjukan seni tradisional saat menunggu jadwal keberangkatan.

Tarian daerah dan suara gamelan mengalun di tengah ruang stasiun, menciptakan atmosfer yang berbeda dari rutinitas perjalanan biasanya.

Bagi sebagian penumpang, momen tersebut menjadi kesempatan untuk merasakan kembali kekayaan Budaya Indonesia sebelum kembali ke kampung halaman.

Pertunjukan itu menarik perhatian para pemudik di area keberangkatan.

"Ya tadi kita lihat banyak sekali pelanggan yang ikut menyaksikan dan ikut menikmati," katanya.

Banyak dari mereka berhenti sejenak, menyaksikan pertunjukan, bahkan mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponsel sebelum perjalanan dimulai.

Takjil untuk Menghangatkan Perjalanan

Selain hiburan budaya, KAI Wisata juga membagikan takjil kepada pelanggan yang menunggu keberangkatan kereta.

Inisiatif sederhana ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan penumpang, khususnya bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan.

Pembagian takjil tidak hanya sekadar pelayanan tambahan, tetapi juga menghadirkan nuansa kebersamaan yang sering menjadi inti dari tradisi mudik di Indonesia.

Bagi banyak orang, perjalanan pulang kampung bukan sekadar berpindah kota, melainkan perjalanan emosional yang penuh harapan dan kenangan.

Perjalanan Premium untuk Musim Mudik

Selain menghadirkan hiburan di stasiun, KAI Wisata juga menyiapkan sekitar 30 ribu kursi kereta Wisata Premium selama masa angkutan Lebaran 2026.

Kursi tersebut tersedia melalui tiga layanan unggulan, yaitu kereta Imperial, Kereta Panoramic, dan kereta Priority.

Ketiga layanan ini dirancang untuk memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda dibandingkan kereta konvensional.

Kereta Panoramic, menawarkan jendela kaca besar sehingga memungkinkan penumpang menikmati lanskap sepanjang perjalanan. 

Sementara kereta Priority dan Imperial menghadirkan ruang duduk lebih luas serta layanan premium untuk perjalanan jarak jauh.

Bagi sebagian pemudik, perjalanan kereta bukan sekadar sarana transportasi menuju rumah—melainkan juga cara menikmati perjalanan itu sendiri.