Tren Positif Wisatawan Asing Naik Kereta Api, Gambir dan Yogyakarta Titik Favorit
Senin, 20 April 2026 | 10:59
Penulis: Arif S

Sumber: KAI.
Jumlah Wisatawan Mancanegara, pengguna layanan Kereta Api Jarak Jauh mencapai 129.105 pelanggan pada Triwulan I 2026, tertinggi dalam lima tahun terakhir. Lonjakan ini menunjukkan moda transportasi kereta api semakin diminati turis asing untuk menjelajahi berbagai kota di Indonesia.
Kereta api kini bukan sekadar alat transportasi, tetapi bagian dari pengalaman wisata itu sendiri.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, kereta api semakin akrab bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan antarkota di Indonesia.
BACA JUGA
Hampir 700 Ribu Wisatawan Mancanegara Naik Kereta Jarak Jauh di Indonesia Sepanjang 2025
Kereta Api Makin Dilirik Turis Mancanegara, Stasiun Yogyakarta Jadi Primadona
Naik Kelas, KA Bangunkarta dan KA Singasari Gunakan Rangkaian Stainless Steel Modern
Tren kenaikan jumlah wisatawan mancanegara terjadi secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Pada Triwulan I 2022 tercatat 26.225 wisatawan mancanegara, lalu meningkat tajam menjadi 103.722 pada 2023.
Jumlah tersebut kembali naik menjadi 121.329 pada 2024, kemudian 128.933 pada 2025, hingga akhirnya menembus 129.105 pelanggan pada tahun ini.
Perjalanan menggunakan kereta api kini semakin sering masuk dalam Agenda Wisata para pelancong asing.
Peningkatan itu dinilai tak lepas dari berbagai pembenahan layanan mulai dari kenyamanan kereta, proses pembelian tiket lebih praktis, hingga jadwal perjalanan yang semakin dapat diprediksi.
Dari sisi keberangkatan, Stasiun Gambir menjadi titik favorit Wisatawan Asing dengan total 20.881 pelanggan pada Triwulan I 2026.
Posisi berikutnya ditempati Yogyakarta dengan 17.912 pelanggan dan Bandung sebanyak 11.371 pelanggan.
Selain itu, Pasar Senen mencatat 7.691 pelanggan, Surabaya Gubeng 6.481 pelanggan, serta Semarang Tawang 4.875 pelanggan.
Kota-kota itu menjadi magnet wisata karena menawarkan akses mudah menuju destinasi populer.
Yogyakarta tetap menjadi salah satu tujuan utama karena kekuatan budaya dan sejarahnya, mulai dari Malioboro hingga kawasan candi.
Sementara Bandung menarik wisatawan lewat suasana pegunungan dan pusat kreatif yang terus berkembang.
Semarang Tawang menghadirkan nuansa kota lama yang khas. Di sisi lain, Cirebon dan Solo menawarkan kekayaan budaya serta kuliner yang memberi pengalaman berbeda bagi para pelancong.
Wilayah Jawa Timur tak kalah diminati. Surabaya menjadi titik penting menuju berbagai destinasi lanjutan, termasuk kawasan wisata alam seperti Bromo, sedangkan Malang menawarkan udara sejuk dengan pilihan wisata alam yang beragam.
Anne menambahkan, perjalanan dengan kereta api memberi ruang bagi wisatawan untuk menikmati Indonesia dengan lebih dekat.
“Selama perjalanan, wisatawan bisa melihat langsung perubahan lanskap dari satu kota ke kota lain. Itu yang membuat perjalanan terasa lebih berkesan,” kata Anne.
KAI menegaskan akan terus meningkatkan kualitas layanan seiring pertumbuhan minat pelanggan internasional.
“KAI akan terus melakukan evaluasi layanan dengan mendengarkan suara pelanggan sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan perjalanan saat ini. Dengan konektivitas yang semakin luas, perjalanan antarkota kini terasa lebih mudah direncanakan dan dapat diakses oleh berbagai kalangan,” pungkas Anne.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!