ID EN

Kota Kuno Petra Terdampak Konflik Timur Tengah, Pembatalan Wisata hingga 100 Persen

Kamis, 12 Maret 2026 | 13:50

Penulis: Arif S

Kawasan Kota Kuno Petra, Yordania
Kawasan wisata Kota Kuno Petra, Yordania.
Sumber: Envato

Di antara tebing merah gurun selatan Yordania, kota kuno Petra biasanya dipenuhi wisatawan yang datang untuk menyusuri lorong sempit Siq menuju fasad megah Al-Khazneh. Namun situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah membuat denyut Pariwisata di situs warisan dunia tersebut melambat.

Dampaknya terjadi pembatalan pemesanan kunjungan wisata ke Petra hingga 100 persen sepanjang Maret.

Ketua Dewan Komisaris Otoritas Pengembangan dan Pariwisata Wilayah Petra (PDTRA), Adnan Al-Sawa'ir, dikutip Jordan News, Rabu 11 Maret 2026, mengungkapkan pembatalan tersebut dipicu dinamika regional yang memengaruhi mobilitas wisatawan internasional.

Ia menambahkan, gelombang pembatalan tidak berhenti pada Maret. Tingkat pembatalan perjalanan untuk April disebut telah mencapai sekitar 60 persen.

Sementara pemesanan kunjungan wisata pada Mei juga menyusut dengan angka pembatalan sekitar 45 persen dan berpotensi terus meningkat.

Kawasan <a href=Wisata Kota Kuno Petra, Yordania." width="100%" />
Kawasan wisata Kota Kuno Petra, Yordania.
Sumber: Envato

Al-Sawa'ir menjelaskan sebenarnya Petra memulai tahun 2026 dengan optimisme. 

Tren Kunjungan Wisatawan sempat menunjukkan peningkatan, sebelum situasi di kawasan berubah drastis dan membuat jumlah pengunjung menurun tajam. 

Dalam beberapa periode, bahkan tidak tercatat kunjungan wisatawan sama sekali.

Bagi kota yang kehidupannya bergantung pada pariwisata, kondisi ini menjadi pukulan berat.

Banyak penduduk lokal menggantungkan penghasilan dengan menjadi pemandu perjalanan, pengelola penginapan, hingga pedagang kerajinan.

Untuk mengurangi dampak ekonomi pada masyarakat setempat, otoritas pariwisata mulai mengambil langkah antisipasi. 

Salah satunya dengan mengaktifkan kembali program wisata domestik bertajuk Urdunnan Jannah, sebuah inisiatif yang bertujuan mendorong warga Yordania menjelajahi Destinasi Wisata di dalam negeri.

Di saat yang sama, masa sepi pengunjung juga dimanfaatkan untuk melakukan berbagai pekerjaan pemeliharaan di kawasan Petra, termasuk proyek pembangunan, pembersihan area situs, serta rehabilitasi infrastruktur wisata.