ID EN

Konflik Iran-AS, Bikin Ribuan Turis Terdampar di Thailand

Minggu, 15 Maret 2026 | 20:00

Penulis: Respaty Gilang

Thailand
Ilustrasi turis terdampar di Thailand akibat konflik Iran-AS.
Sumber: Canva

Thailand mendadak menjadi “rumah sementara” bagi ribuan Wisatawan Asing yang tidak bisa pulang akibat konflik yang memanas di Timur Tengah. Penutupan sejumlah bandara dan wilayah udara di Asia Barat membuat perjalanan pulang banyak turis terganggu.

Akibat situasi tersebut, lebih dari 4.500 wisatawan asing terpaksa memperpanjang masa tinggal mereka di Thailand sambil menunggu jalur penerbangan kembali normal.

Meski situasinya tidak direncanakan, pemerintah Thailand berusaha memastikan para turis tetap merasa aman dan nyaman selama berada di Negeri Gajah Putih.

Ribuan Turis Terdampar di Thailand

Sekretaris Tetap Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand, Natreeya Taweewong, menjelaskan bahwa pemerintah langsung bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama berbagai lembaga dan kedutaan besar negara terkait.

Kerja sama ini dilakukan untuk membantu wisatawan yang terdampak konflik dan mengalami kesulitan dalam perjalanan pulang.

Dalam periode 28 Februari hingga 10 Maret, tercatat 4.525 wisatawan asing telah menerima bantuan dari pemerintah Thailand melalui berbagai jalur layanan yang disiapkan.

"Thailand siap untuk memastikan keselamatan semua wisatawan dan memberikan dukungan sepanjang perjalanan dan masa tinggal mereka di negara ini," katanya dalam pernyataan yang dipublikasikan di situs web Pemerintah Kerajaan Thailand.

Sebagian besar wisatawan tersebut tidak dapat melanjutkan perjalanan karena jalur penerbangan di kawasan Timur Tengah terganggu.

Bandara Thailand Jadi Pusat Bantuan Wisatawan

Untuk menangani situasi ini, Thailand mengaktifkan Tourist Assistance Center (TAC) yang tersedia di lima bandara internasional utama.

Pusat bantuan tersebut berada di:

  • Bandara Suvarnabhumi (Bangkok)
  • Bandara Don Mueang
  • Bandara Chiang Mai
  • Bandara Phuket
  • Bandara Krabi

Melalui fasilitas ini, sekitar 2.833 wisatawan berhasil mendapatkan bantuan langsung terkait perjalanan mereka.

Selain itu, 918 wisatawan lainnya meminta bantuan melalui Tourism Situation Monitoring Center (TSMC) lewat saluran telepon yang disediakan pemerintah.

Tidak hanya di bandara, kantor pariwisata dan olahraga di 32 provinsi Thailand juga turut memberikan dukungan kepada sekitar 774 wisatawan yang mengalami kendala perjalanan.

Bantuan Mulai dari Hotel Hingga Urusan Visa

Bentuk bantuan yang diberikan pemerintah Thailand cukup beragam. Mulai dari koordinasi dengan hotel untuk menyediakan tarif kamar khusus, hingga memberikan informasi perjalanan terbaru kepada wisatawan.

Selain itu, pemerintah juga membantu wisatawan dalam pengurusan dokumen perjalanan dan perpanjangan visa, agar mereka tetap dapat tinggal secara legal selama menunggu penerbangan kembali tersedia.

Langkah-langkah ini dilakukan untuk memastikan para turis tetap merasa aman sekaligus menjaga kepercayaan dunia terhadap industri pariwisata Thailand.

Thailand sendiri dikenal sebagai salah satu Destinasi Wisata paling populer di Asia, dengan jutaan wisatawan datang setiap tahunnya untuk menikmati pantai tropis, kuliner khas, hingga budaya lokal yang unik.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa sektor pariwisata juga sangat dipengaruhi oleh kondisi Geopolitik Global.