ID EN

Studi Ungkap Fakta Mengejutkan! Liburan Bisa Mengubah Perilaku Wisatawan

Rabu, 11 Maret 2026 | 16:00

Penulis: Arif S

Perilaku wisatawan
Ilustrasi - Perilaku wisatawan saat liburan.
Sumber: Envato

Perjalanan sering kali dipandang sebagai momen untuk melepaskan diri dari rutinitas. Namun sebuah studi terbaru dari University of Queensland mengungkap sisi lain dari kebiasaan pelancong ketika berlibur. Banyak pelancong justru menjadi lebih boros energi dan kurang peduli terhadap lingkungan.

Penelitian itu diterbitkan dalam jurnal Tourism Management. Menurut penelitian itu terjadi perubahan psikologis yang disebut sebagai peralihan dari identitas tempat pulang ke identitas tempat Liburan

Pergeseran ini menyebabkan nilai dan kebiasaan yang biasanya dijalani seseorang di rumah berubah begitu mereka tiba di Destinasi Wisata, baik di hotel, resor, maupun tempat rekreasi.

Dilansir Eco Business, studi itu menjelaskan dalam mode liburan seseorang cenderung merasa lebih bebas, kurang bertanggung jawab, dan tidak lagi mempraktikkan perilaku berkelanjutan.

Identitas tempat liburan ini membuat pelancong merasa memiliki ruang untuk bersenang-senang tanpa aturan mengikat. 

Sebaliknya, ketika berada di rumah mereka berada dalam mode identitas tempat pulang, kondisi yang dipenuhi rutinitas, tanggung jawab, serta kesadaran untuk menghemat energi dan menjaga lingkungan.

"Kami telah memperkenalkan identitas tempat liburan sebagai keadaan psikologis berbeda yang muncul karena perjalanan (liburan). Ini kontras dengan identitas tempat pulang yang berakar pada rutinitas, tanggung jawab, dan hubungan emosional jangka panjang," jelas Dorine von Briel, dari Universitas Queensland yang melakukan penelitian.

Melalui tiga studi terpisah, para peneliti menemukan pola konsisten. Peserta penelitian merasa dirinya jauh kurang bertanggung jawab terhadap lingkungan saat sedang berlibur dibanding Ketika di rumah.

Rekan penulis penelitian, Anna Zinn, mengatakan peralihan identitas seperti ini sebenarnya cukup umum. Namun menurutnya penelitian ini menjadi yang pertama mengidentifikasi konsep identitas liburan serta dampaknya terhadap lingkungan.

Penelitian ini juga menyoroti isu yang semakin mendapat perhatian dalam dunia Pariwisata,  kontribusi perjalanan terhadap perubahan iklim. 

Data penelitian sebelumnya dari Universitas Queensland menunjukkan sektor pariwisata menyumbang hampir 9 persen emisi karbon global.

Di tingkat praktik sehari-hari, perubahan perilaku ini terlihat jelas. 

Banyak wisatawan lebih sering menyalakan lampu dan pendingin udara di kamar hotel tanpa henti, menggunakan air secara berlebihan, atau mengabaikan imbauan pengelola destinasi untuk menjaga kebersihan dan lingkungan.

Peneliti lain dalam studi tersebut, Sara Dolnicar, menilai pesan keberlanjutan yang biasanya ditempatkan di hotel atau tempat wisata sering kali datang terlambat.

Menurutnya, ketika wisatawan sudah berada di destinasi, mereka telah masuk dalam mode identitas tempat liburan sehingga imbauan seperti menghemat air atau listrik sering diabaikan.

Karena itu, Dolnicar menyarankan agar industri pariwisata mulai mengubah strategi komunikasi. 

Pesan mengenai perilaku berkelanjutan sebaiknya disampaikan sebelum perjalanan dimulai, ketika wisatawan masih berada dalam pola pikir identitas tempat pulang.

Beberapa negara telah mencoba pendekatan baru untuk menumbuhkan kesadaran tersebut. Di Palau, misalnya, wisatawan wajib menandatangani Palau Pledge ketika memasuki negara tersebut sebagai komitmen untuk melindungi lingkungan dan menghormati tradisi lokal.

Pendekatan serupa juga dilakukan di New Zealand melalui Tiaki Promise, mengajak wisatawan menjaga alam dan budaya selama perjalanan.

Sementara, Bhutan menerapkan kebijakan berbeda dengan mewajibkan wisatawan membayar biaya pembangunan berkelanjutan sebesar 100 dolar AS per malam untuk mendukung Konservasi alam, pelestarian budaya, serta layanan pendidikan dan kesehatan.

Temuan ini menjadi pengingat, perjalanan bukan hanya tentang menjelajah tempat baru, tetapi juga tentang bagaimana pelancong membawa nilai-nilai yang sama dari rumah ke destinasi.