Liburan ke Luar Negeri? Ini Alasan Uang Tunai Tetap Wajib Dibawa
Kamis, 9 April 2026 | 15:30
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
Di tengah tren perjalanan modern serba digital, uang tunai menjadi hal klasik yang kembali menemukan relevansinya,. Saat pelancong semakin mengandalkan kartu dan pembayaran digital, sebuah studi terbaru mengingatkan, dompet fisik masih memiliki peran penting.
Survei Be Clever With Your Cash mengungkap 39 persen wisatawan menghadapi situasi tak terduga selama Liburan dan membutuhkan uang fisik.
Angka ini menjadi pengingat bahwa perjalanan, seberapa pun direncanakan, tetap menyimpan unsur spontanitas.
Banyak pelancong saat ini mengandalkan tiga metode pembayaran utama, uang tunai dalam mata uang lokal, kartu khusus Travel, kartu kredit konvensional dan pembayaran digital.
Dari empat metode itu, uang tunai kerap menjadi “penyelamat” dalam situasi tertentu, mulai dari memberi tip hingga membayar taksi atau bertransaksi di toko kecil yang belum tersentuh sistem digital.
Ketiadaan uang tunai mungkin nyaman, tetapi terkadang justru menambah biaya pengeluaran.
Tanpa persiapan, wisatawan terkadang harus menarik uang di ATM luar negeri dengan biaya tambahan atau menghadapi nilai tukar yang kurang menguntungkan saat menukar uang di bandara.
Sementara survei Opinium terhadap 2.000 wisatawan Inggris menunjukkan, banyak dari mereka terpaksa menarik uang tunai secara mendadak saat liburan dan harus membayar lebih mahal akibat biaya transaksi internasional.
Fenomena ini menjadi semakin relevan ketika menjelajah destinasi di luar kota besar. Di wilayah terpencil, pasar tradisional, atau Desa Wisata, pembayaran dengan kartu sering kali belum menjadi pilihan.
Dalam konteks ini, uang tunai bukan sekadar alat transaksi, melainkan jembatan untuk terhubung dengan kehidupan lokal.
"Masih ada perdebatan dalam penggunaan uang tunai. Banyak orang berasumsi, memiliki kartu bebas biaya sudah cukup. Tetapi percuma jika Anda akhirnya menggunakan ATM di luar negeri yang mengenakan biaya atau berujung mendapat nilai tukar yang buruk," kata ahli keuangan Be Clever With Your Cash, Amelia Murray.
Saran Murray sederhana namun penting, siapkan uang tunai dalam mata uang lokal sebelum berangkat.
Langkah ini tidak hanya membantu menghindari biaya tambahan, tetapi juga memberikan rasa aman saat menghadapi situasi darurat.
Lebih jauh, memahami kebijakan kartu kredit dan mekanisme konversi mata uang juga menjadi bagian dari Persiapan Perjalanan cerdas.
Di era di mana teknologi mempermudah segalanya, pengetahuan dasar seperti ini justru menjadi pembeda ANTARA perjalanan lancar dengan yang penuh kejutan biaya.
Sumber: The Independent










