Footgolf Menemukan Rumah Baru di Nebraska Setelah Satu Dekade Berkembang
Sabtu, 7 Maret 2026 | 17:00
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
Di Lapangan Golf Kota Lincoln, suara khas pukulan stik golf umumnya menjadi satu-satunya bunyi yang memecah ketenangan. Namun pada satu akhir pekan di setiap musim panas, suasana berubah. Bunyi pukulan driver dan denting putter digantikan suara tendangan bola sepak yang mengarah ke lubang berdiameter besar di Jim Ager Memorial Golf Course.
Perubahan itu terjadi saat Olahraga unik bernama footgolf mengambil alih sebagian lapangan di ajang Cornhusker State Games.
Bagi banyak warga Nebraska, festival olahraga amatir terbesar di negara bagian itu biasanya identik dengan cabang klasik ala Olimpiade seperti gulat atau atletik.
BACA JUGA
Pensiun dari Sepak Bola, Eks Pemain Liverpool Ini Tembus Jajaran Elite Footgolf Prancis!
Acapulco Jadi Tuan Rumah Piala Dunia FootGolf 2026, Momen Kebangkitan Pariwisata Meksiko
Namun dalam beberapa tahun terakhir, footgolf muncul sebagai warna berbeda, perpaduan sepak bola dan golf yang justru semakin mendapatkan tempat di kompetisi tersebut.
Footgolf menggabungkan teknik menendang bola seperti sepak bola dengan konsep memasukkan bola ke dalam lubang seperti golf.
Di Nebraska, olah raga ini pertama kali diperkenalkan di Cornhusker State Games sekitar satu dekade lalu. Meski terlihat santai, olahraga ini tetap memiliki seperangkat aturan tersendiri.
Seiring berkembangnya jangkauan Cornhusker State Games di seluruh Nebraska, footgolf perlahan berevolusi dari sekadar keunikan lokal menjadi cabang olahraga kompetitif bagi atlet amatir.
Bagi Mark Purkoski, direktur footgolf ajang tersebut, perjalanan menuju posisi itu bukanlah hasil seleksi formal, melainkan lahir dari kecintaan terhadap olahraga ini.
Purkoski mengatakan dirinya mendatangi Nebraska Sports Council sekitar sepuluh tahun lalu. Saat itu, ia mengusulkan agar footgolf dimasukkan ke dalam daftar cabang olahraga. Usulan itu mendapat respons positif.
Meski jumlah pesertanya tidak mengalami lonjakan besar seperti fenomena olahraga lain, misalnya tren pickleball, footgolf tetap memiliki komunitas setia. Biasanya sekitar 20 pemain rutin ikut berpartisipasi setiap tahun dalam Cornhusker State Games.
Namun bagi Purkoski, ukuran kesuksesan tidak selalu soal jumlah peserta.
“Saya menganggap sebuah kesuksesan ketika ada pemain yang kembali ikut bermain, karena itu berarti mereka pasti menikmati pengalaman bermainnya,” ujarnya.
Pertama Kali Berkembang di Belanda
Perjalanan footgolf dimulai jauh dari Nebraska. Meski konsep menendang bola ke dalam lubang sudah ada sejak lama, Olahraga Footgolf modern pertama kali berkembang di Belanda pada akhir 2000-an.
Olahraga tersebut kemudian menyebar ke Amerika Serikat sekitar tahun 2011 sebelum akhirnya berkembang hingga wilayah Midwest, termasuk Nebraska.
Lapangan golf yang sudah ada membuat olahraga ini mudah diintegrasikan tanpa perlu membangun fasilitas baru.
Daya tariknya juga sederhana. Siapa pun bisa bermain tanpa perlu peralatan mahal atau pelatihan khusus.
Olah raga ini tidak membutuhkan satu set stik golf seharga ratusan dolar. Cukup sepatu olahraga dan bola sepak berukuran standar, seseorang sudah bisa merasakan pengalaman bermain di lapangan golf dengan cara berbeda.
Jim Ager Golf Course Menjadi Basis Utama
Footgolf di Lincoln paling terasa hidup di Jim Ager Golf Course, yang menjadi basis utama penyelenggaraan cabang olahraga ini.
Lapangan sembilan hole itu dianggap sangat cocok untuk footgolf karena memungkinkan pemasangan lubang berdiameter 21 inci yang dibutuhkan dalam permainan ini.
Staf lapangan harus menjaga keseimbangan unik. Green tetap harus halus untuk bola golf, sementara fairway juga harus siap menahan dampak tendangan bola sepak.
Menurut mantan Atlet Footgolf Cornhusker State Games, Mikah Mather, desain lapangan menjadi salah satu alasan mengapa kompetisi ini terasa menarik.
“Lubangnya tidak terlalu panjang,” kata Mikah.
“Lubang yang lebih pendek justru menyenangkan karena membutuhkan keterampilan lebih, bukan sekadar bisa menendang bola sejauh mungkin.”
Di balik suasana santai, Purkoski tetap memastikan aturan permainan dijalankan dengan baik.
Ia sering berjalan bersama peserta kategori junior untuk mencatat skor dan memastikan pertandingan berlangsung sesuai regulasi.
Sementara itu, para pemain senior biasanya dipercaya menjaga sportivitas saat bermain.
Kesederhanaan Menjadi Daya Tarik
Bagi banyak pemain, daya tarik footgolf justru terletak pada kesederhanaannya, kesempatan untuk tetap aktif berolahraga tanpa tekanan tinggi.
Hal itu dirasakan Erika Mather, yang sebelumnya aktif bermain basket dan sepak bola di level kompetitif.
“Dulu rasanya jauh lebih intens karena bermain di tim klub, sedangkan yang ini hanya untuk bersenang-senang dan santai,” kata Erika.
“Selama ini footgolf selalu menjadi cara menyenangkan dan santai untuk berolahraga serta keluar dari rumah.”
Erika bahkan meraih medali emas footgolf di Cornhusker State Games 2023. Baginya, olahraga ini mudah dimainkan siapa saja tanpa membutuhkan keterampilan teknis yang rumit.
“Ini benar-benar permainan yang bisa dimainkan siapa saja,” katanya.
“Tidak masalah berapa lama waktu yang Anda butuhkan. Banyak orang mengatakan golf bisa merusak jalan santai yang menyenangkan, tetapi footgolf tidak merusak jalan santai itu.”
Mungkin footgolf tidak akan pernah menyaingi popularitas cabang seperti voli atau gulat dalam hal jumlah peserta.
Namun di Cornhusker State Games, olahraga unik ini telah menemukan tempatnya sendiri, sebagai perpaduan santai antara kompetisi, kebugaran, dan kesenangan.(nebraskanewsservice.net)










