ID EN

Pensiun dari Sepak Bola, Eks Pemain Liverpool Ini Tembus Jajaran Elite Footgolf Prancis!

Senin, 2 Februari 2026 | 16:00

Penulis: Respaty Gilang

Sinama Pongolle
Sinama Pongolle saat masih memperkuat Liverpool.
Sumber: Liverpool FC

Masih ingat dengan Florent Sinama-Pongolle? Mantan striker Liverpool yang pernah menggetarkan gawang Olympiacos dalam perjalanan legendaris The Reds menjuarai Liga Champions 2004/05 itu kini punya kesibukan baru. Namun, kali ini ia tidak lagi berurusan dengan gemuruh ribuan suporter di Anfield, melainkan dengan ketenangan dan presisi di Lapangan Golf.

Sinama-Pongolle resmi banting setir menjadi pemain profesional di cabang Olahraga Footgolf, sebuah olahraga hibrida yang mengombinasikan teknik Sepak Bola dengan aturan main golf.

Meski tergolong pendatang baru di dunia "Bola Golf kaki" ini, eks penggawa Timnas Prancis tersebut langsung menunjukkan taringnya. Mewakili HAC Footgolf, sebuah klub yang berbasis di Le Havre (tempat ia pernah merumput sebagai pemain pinjaman), Sinama-Pongolle menunjukkan bahwa insting mencetak golnya belum luntur.

Melalui unggahan di Instagram pribadinya, pemain yang mencatatkan 65 penampilan dan 9 gol untuk Liverpool ini memamerkan skill menawannya di Golf de Saint Donat, Cannes. Salah satu cuplikan yang paling mencuri perhatian adalah sebuah long-range putt (tendangan jarak jauh ke lubang) yang sangat presisi, memancing pujian dari para penggemarnya.

Menurut data dari FootGolf France, badan nasional yang menaungi olahraga tersebut, Sinama-Pongolle saat ini nangkring di peringkat ke-31 nasional. Sebuah pencapaian impresif bagi seseorang yang baru saja mengganti sepatu bola ber-pul besinya dengan sepatu soft spikes.

Reuni Liga Champions di Lapangan Hijau

Menariknya, Sinama-Pongolle tidak sendirian dalam menjalani "karier kedua" ini. Ia bereuni dengan rekan setimnya saat menjuarai Liga Champions di Liverpool dulu, Anthony Le Tallec.

Duo Merseyside ini kini sama-sama memperkuat HAC Footgolf, menciptakan pemandangan nostalgia yang unik bagi para Liverpudlian. Jika dulu mereka bahu-membahu menembus pertahanan ketat bek-bek Premier League, kini mereka harus adu taktik menaklukkan kontur lapangan golf.