Tak Turunkan Skuad Terbaik, Ini Strategi Hector Souto di Kejuaraan ASEAN Futsal 2026
Jumat, 27 Februari 2026 | 10:10
Penulis: Arif S

Sumber: Antara Foto/Bayu Pratam
Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, kembali membuat gebrakan. Jelang Kejuaraan ASEAN Futsal 2026, juru taktik asal Spanyol itu memilih membawa mayoritas wajah baru dalam skuadnya. Sebuah keputusan strategis yang menegaskan arah baru pembinaan timnas senior.
Dari 25 nama yang masuk dalam long list, hanya Dewa Rizki dan Yogi Saputra yang menjadi bagian dari Skuad Garuda saat menjadi finalis di Piala Asia Futsal 2026.
Artinya, mayoritas skuad kali ini adalah pemain yang sebelumnya tidak tampil di turnamen level Asia tersebut.
BACA JUGA
ASEAN Futsal 2026: Indonesia Satu Grup dengan Australia dan Malaysia
Final ASEAN Futsal 2026: Indonesia Tak Gentar Hadapi Tuan Rumah Thailand
Target Tercapai, Timnas Futsal Indonesia Tanpa Beban Hadapi Semifinal ASEAN 2026
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Dalam pernyataan di akun Instagram resminya, Jumat, Souto menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan daya saing internal tim nasional senior.
"Selama satu setengah tahun terakhir, tim nasional telah menjalani salah satu periode paling sukses dalam sejarahnya: juara AFF Championship 2024, peraih medali Emas SEA Games 2025, dan runner-up AFC Championship 2026. Ini adalah kenyataan, kami adalah tim nasional terbaik dalam sejarah negara ini," kata Souto.
Prestasi itu mencakup gelar juara AFF Futsal Championship 2024, Emas SEA Games 2025, serta status runner-up di level Asia. Namun, alih-alih berpuas diri, Souto justru memilih memperluas kompetisi internal skuad.
"Dalam siklus terakhir ini, fokus kami adalah pada perkembangan para pemain senior: meningkatkan daya saing mereka, kemampuan beradaptasi dalam berbagai situasi permainan, serta berkompetisi melawan lawan-lawan dari Amerika Selatan, Eropa, dan Asia," tambahnya.
Regenerasi Terencana, Bukan Eksperimen
Langkah ini sejatinya bukan hal baru bagi Timnas Futsal Indonesia. Tahun lalu, ketika mengikuti China Invitational Tournament pada September, Indonesia juga menurunkan pemain lapis kedua di bawah arahan pelatih Amril Daulay.
Hasilnya tetap impresif karena Indonesia keluar sebagai juara usai menaklukkan Denmark 4-2 di partai final.
Kini, pola serupa kembali diterapkan. Bedanya, kali ini tujuannya lebih besar, membangun kedalaman skuad jangka panjang menuju target ambisius menembus Piala Dunia Futsal 2028.
Souto menegaskan pendekatan ini merupakan bagian dari perencanaan progresif yang telah disusun secara sistematis.
"Kami mengikuti model perencanaan progresif yang terbagi dalam berbagai siklus dan fase, masing-masing dengan tujuan yang spesifik, di mana target utamanya adalah mencapai performa terbaik pada momen-momen yang paling penting," ucap pelatih asal Spanyol tersebut.
Persaingan Sehat Demi Target Global
Dengan semakin banyak pemain yang mendapatkan jam terbang internasional, aspek teknik dan mental diharapkan ikut meningkat.
Persaingan sehat di dalam tim menjadi fondasi penting agar tidak ada zona nyaman, sekaligus memastikan Indonesia memiliki kedalaman skuad yang merata di setiap posisi.
Sebanyak 25 pemain yang masuk long list rencananya akan menjalani pemusatan latihan setelah bulan Ramadhan berakhir.
Momentum ini akan menjadi ajang pembuktian bagi para pemain baru untuk merebut tempat permanen di tim utama.
"Inilah saatnya memberikan kesempatan kepada pemain-pemain baru untuk menunjukkan potensi terbaik mereka dan membuka peluang integrasi ke dalam tim nasional, demi terus memperkuat identitas kompetitif kami," tutup Souto.
Keputusan membawa wajah baru di Kejuaraan ASEAN Futsal 2026 menegaskan, era Souto bukan hanya tentang hasil instan, melainkan pembangunan fondasi jangka panjang.
Indonesia tak sekadar ingin berjaya di Asia Tenggara, tetapi menatap panggung dunia dengan persiapan yang matang dan kompetitif.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!