Mission Impossible Barcelona: Kejar Defisit 4 Gol di Semifinal Copa del Rey
Kamis, 26 Februari 2026 | 16:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/X.com/FCBarcelona
Mencetak lima gol dalam satu laga jelas bukan pekerjaan mudah, bahkan mungkin terdengar mustahil. Namun bagi Barcelona, semifinal Copa del Rey belum selesai meski mereka tertinggal empat gol.
Kekalahan telak 0-4 dari Atletico Madrid pada leg pertama di Stadion Riyadh Air Metropolitano menempatkan Blaugrana di ambang eliminasi. Barcelona akan menjamu Atletico pada laga leg kedua di Camp Nou, Rabu 4 Maret 2026.
Defisit empat gol menjadi beban berat yang harus dikejar pada leg kedua, sebuah skenario mission impossible di panggung Sepak Bola Spanyol.
BACA JUGA
Barcelona Tersingkir Dramatis, Atletico Madrid ke Final Copa del Rey Meski Tumbang 0-3 di Camp Nou
Hansi Flick Hadapi Mission Impossible, Diego Simeone Waspadai Kebangkitan Barcelona
Liga Champions: Atletico Madrid Taklukkan 10 Pemain Barcelona di Camp Nou
Namun optimisme tetap menyala di ruang ganti Barcelona. Penyerang asal Brasil, Raphinha, menyuarakan keyakinannya di tengah tekanan.
“Jika ada satu tim yang bisa melakukan comeback, itu adalah kami,” ujar Raphinha dikutip laman Barca pada Kamis.
Raphinha menyadari Barcelona akan melakoni pertandingan sulit. Namun, ia siap menghadapi tantangan yang menanti.
Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Barcelona memang tengah berusaha menemukan kembali ritme terbaiknya.
Setelah dihajar Atletico di Piala Raja, mereka kembali tersandung dengan kekalahan 1-2 dari Girona.
Namun respons datang cepat. Kemenangan 3-0 atas Levante akhir pekan lalu menjadi suntikan moral jelang pekan krusial.
Sebelum menjamu Atletico di leg kedua, Barcelona lebih dulu menghadapi Villarreal di Camp Nou pada Sabtu 28 Februari.
Laga tersebut dipandang sebagai fondasi mental, modal penting untuk membangun momentum sebelum pertaruhan besar melawan Atletico.
Sorotan lain tertuju pada pelatih Hansi Flick. Partai leg kedua nanti akan menjadi laga ke-100 Flick bersama Barcelona.
Dalam 99 pertandingan sebelumnya, ia mencatatkan 74 kemenangan, 9 Hasil Imbang, dan 16 kekalahan.
Jika mampu membawa timnya menang, Flick akan menjadi pelatih dengan jumlah kemenangan terbanyak kedua dalam 100 laga pertamanya bersama Barcelona, hanya di bawah Luis Enrique yang menorehkan 80 kemenangan.
Angka-angka itu memberi konteks pada tantangan yang dihadapi.
Barcelona tidak hanya mengejar tiket final, tetapi juga menjaga warisan mentalitas comeback yang telah lama menjadi bagian dari identitas klub.
Bagi Raphinha, kunci keajaiban terletak pada sesuatu yang tak tercatat di papan skor yaitu solidaritas. Ia menyebut ruang ganti Barcelona kondusif tanpa perselisihan.
“Saya benar-benar melihat suasana persahabatan yang tulus, dan saya yakin sebagian besar kesuksesan kami berasal dari hal itu,” katanya.
Di Camp Nou nanti, Barcelona tidak hanya membutuhkan gol cepat dan efisiensi di depan gawang.
Mereka membutuhkan malam sempurna, intensitas tanpa cela, pertahanan disiplin, dan keberanian menyerang tanpa ragu.
Empat gol memang jarak curam. Tetapi dalam sejarah panjang Sepak Bola Eropa, Barcelona pernah hidup dari malam mustahil.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!