ID EN

Wisatawan AS ke Bali Tembus 274 Ribu, Kedubes Ingin Perjalanan Lebih Mudah

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:54

Penulis: Arif S

Pantai Kuta Denpasar Bali
Denpasar memborong 3 penghargaan pariwisata nasional.
Sumber: Pixabay

Upaya memperluas jembatan antara Amerika Serikat dan Bali kian menguat. Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) berkomitmen untuk membantu memudahkan warganya bepergian ke Bali, termasuk menjajaki komunikasi dengan Maskapai Penerbangan guna membuka akses lebih praktis.

“Kami senang berkomunikasi dengan perusahaan Amerika Serikat dan maskapai penerbangan berbeda untuk membuat perjalanan lebih mudah, karena perjalanan jauh. Kami sangat tertarik untuk bantu banyak warga AS datang ke Bali, semudah mungkin,” ujar Kuasa Usaha Ad Interim Kedubes AS, Peter M Haymond di Jimbaran Hub, Kabupaten Badung, Bali, Rabu.

Pernyataan itu menandai pendekatan baru dalam diplomasi pariwisata, mendorong konektivitas udara sebagai kunci peningkatan Kunjungan Wisatawan asal Negeri Paman Sam.

Dorongan Penerbangan Langsung

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pembukaan penerbangan langsung atau menambah frekuensi penerbangan dari berbagai kota penghubung internasional.

“Kami akan melakukan yang terbaik dari kami untuk mendukung itu,” ucapnya.

Saat ini, belum ada penerbangan langsung dari Bali menuju wilayah Amerika Serikat. Wisatawan asal AS masih harus transit minimal satu kali melalui kota lain seperti Singapura, Taipei, Hong Kong, Doha, atau Dubai sebelum mencapai Pulau Dewata.

Bagi pelancong jarak jauh, kemudahan akses menjadi faktor penentu dalam memilih destinasi. Dengan waktu tempuh lebih dari 20 jam perjalanan, pembukaan rute langsung diyakini akan menjadi katalis signifikan bagi pertumbuhan wisata.

Wisatawan Bernilai Tinggi

Diplomat senior itu menjelaskan wisatawan asal negaranya termasuk memiliki pengeluaran tinggi. 

Pada 2025 mereka membelanjakan uangnya yang berkontribusi mendorong geliat ekonomi di Bali diperkirakan 330 juta dolar AS atau sekitar Rp5,54 triliun (asumsi 1 dolar AS = Rp16.800).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, jumlah wisatawan asal AS di Bali pada 2025 mencapai 274 ribu orang, atau menempati posisi ketujuh tingkat kunjungan Wisatawan Asing. Jumlah itu naik 4,88 persen dibandingkan realisasi 2024 sebanyak 261 ribu orang.

Angka tersebut menunjukkan tren positif sekaligus potensi pasar yang masih bisa diperluas, terutama jika hambatan konektivitas berhasil dipangkas.

“Mereka datang untuk melihat keindahan Budaya Bali dan tradisi yang kaya. Mereka mewakili populasi Amerika Serikat yang liburan ke luar negeri dan ingin melihat tempat wisata terkenal di dunia termasuk Bali,” katanya.

Diplomasi dan Daya Tarik Budaya

Bali telah lama menjadi simbol eksotisme tropis, perpaduan lanskap sawah bertingkat, dengan garis pantai dramatis. Bagi wisatawan Amerika, perjalanan ke Bali bukan sekadar liburan, melainkan eksplorasi budaya autentik.

Dengan dukungan diplomatik dan potensi konektivitas yang lebih baik, Bali berpeluang memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan wisatawan jarak jauh.

Upaya Kedubes AS ini menjadi langkah strategis yang dapat membuka akses lebih mudah menuju Pulau Dewata.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!