ID EN

Blangikhan Lampung Tengah: Warisan Budaya Takbenda yang Gerakkan UMKM Lokal

Jumat, 20 Februari 2026 | 13:34

Penulis: Arif S

Tradisi Blangikhan di Lampung Tengah
Penyelenggaraan Tradisi Blangikhan di Lampung Tengah.
Sumber: Kemenpar

Blangikhan atau Blangiran adalah tradisi penyucian diri yang telah diwariskan turun-temurun masyarakat Lampung. Tradisi ini bukan sekadar seremoni menjelang Ramadhan tetapi juga cerminan bagaimana budaya, dan ekonomi lokal berada dalam satu ruang hidup autentik.

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa mengapresiasi penyelenggaraan Tradisi Blangikhan di Lampung Tengah sebagai wujud nyata pariwisata yang tumbuh dari inisiatif masyarakat. 

Dalam sambutannya di Nuwo Balak, ia menegaskan pengembangan pariwisata berbasis budaya dan spiritual merupakan bagian integral dari strategi nasional pariwisata Indonesia. 

Menurutnya, budaya adalah napas dari pariwisata berkualitas, berdaya saing, berkelanjutan, dan berakar kuat pada identitas bangsa.

“Inilah wujud nyata pariwisata yang tumbuh dari masyarakat, dikelola bersama, dan memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan lokal,” ujarnya.

Blangikhan merupakan tradisi penyucian diri sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Prosesi dilakukan melalui penyiraman diri menggunakan air dari tujuh mata air sebagai simbol pembersihan lahir dan batin. 

Lebih dari simbolik, ritual ini mengajak masyarakat memperbaiki hubungan dengan sesama, memperkuat kesiapan mental dan spiritual, serta menata diri dalam menyambut ibadah Ramadan.

Sejak 2019, tradisi ini telah ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Di sela prosesi, deretan produk UMKM lokal turut meramaikan perayaan. Kain tapis, kuliner khas, hingga kerajinan tangan dipamerkan dalam satu ekosistem budaya yang hidup. 

Kehadiran pelaku usaha kecil dan menengah ini memperlihatkan, tradisi bukan hanya ruang spiritual, tetapi juga penggerak ekonomi yang konkret.

Ni Luh Puspa mendorong Desa Wisata di Provinsi Lampung agar semakin berkualitas dan memiliki daya saing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. 

Ia menambahkan, Kementerian Pariwisata siap mendukung dan berkolaborasi untuk menciptakan pariwisata Indonesia yang lebih baik, lebih berkualitas, dan lebih berkelanjutan.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela mengungkapkan, Lampung kini berada di posisi ke-9 dalam daftar 10 wilayah dengan kontribusi Kunjungan Wisatawan terbanyak di Indonesia. 

Namun, ia mengakui masih ada tantangan dalam membangun ekosistem pariwisata yang lebih optimal dan terintegrasi.

Ia mengharapkan dukungan Wakil Menteri Pariwisata agar program pengembangan, termasuk rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dapat terwujud dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penguatan sektor pariwisata Provinsi Lampung.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!