ID EN

Kereta Api Makin Dilirik Turis Mancanegara, Stasiun Yogyakarta Jadi Primadona

Sabtu, 11 Oktober 2025 | 18:00

Penulis: Arif S

Stasiun Yogyakarta
Stasiun Yogyakarta menjadi favorit turis mancanegara.
Sumber: PT KAI Persero

Kereta api jarak jauh kini bukan sekadar moda transportasi, tapi juga bagian dari pengalaman wisata bagi turis mancanegara. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat, sepanjang Januari-September 2025, ada 546.989 turis asing yang naik Kereta Api Jarak Jauh di berbagai rute.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, mengatakan setiap pelanggan asing yang memilih kereta api sesungguhnya membawa cerita positif tentang Indonesia ke dunia. 

"Ini adalah bagian dari komitmen transformasi KAI dalam mendukung visi pemerintah melalui Astacita 2045 menghadirkan infrastruktur yang merata, terkoneksi, berdaya saing global, dan berorientasi pada ekonomi hijau,” ujarnya dalam siaran resmi, Kamis 9 Oktober 2025.

Angka ini naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebanyak 517.528 turis asing. 

Bagi Anne, tren ini jadi bukti perubahan besar dalam persepsi wisatawan.

Menurutnya, peningkatan ini membuktikan kereta api jarak jauh kini semakin dipercaya wisatawan asing sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, efisien, dan ramah lingkungan untuk menjelajahi keindahan Indonesia.

Anne menegaskan, KAI tampil sebagai wajah baru transportasi modern Indonesia yang mendorong sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

Yogyakarta Kalahkan Jakarta

Data KAI menunjukkan Stasiun Yogyakarta menjadi primadona dengan 103.620 turis asing. 

Di posisi kedua ada Stasiun Gambir Jakarta (90.102), disusul Stasiun Bandung (55.459).

Ketiga stasiun ini, kata Anne, menjadi gerbang utama menuju destinasi wisata ikonik seperti Candi Borobudur, Malioboro, dan Lembang.

Stasiun lain yang masuk daftar 10 besar antara lain Pasar Senen, Surabaya Gubeng, Malang, Semarang Tawang, Probolinggo, Surabaya Pasar Turi, dan Solo Balapan. 

Penyebaran ini menunjukkan jaringan kereta api berhasil menghubungkan kota-kota besar sekaligus menghidupkan pariwisata antardaerah.

Salah satu contoh menarik adalah Stasiun Probolinggo. Banyak wisatawan asing memilih kereta api dari dan menuju Bromo karena perjalanan lebih nyaman, bebas macet, dan terintegrasi dengan transportasi lanjutan. 

Selain menuju Bromo, stasiun seperti Surabaya Gubeng, Malang, Semarang Tawang, hingga Solo Balapan juga jadi incaran turis yang ingin menikmati pesona heritage, kuliner, dan budaya lokal.

Dikatakan Anne, setiap stasiun kini tidak hanya soal mobilitas, tapi juga pengalaman.

Setiap stasiun bertransformasi menjadi simbiosis antara mobilitas modern dan pengalaman budaya lokal. 

Dengan kenyamanan, efisiensi, dan akses langsung ke destinasi wisata populer, kereta api perlahan menjadi cara terbaik turis asing menjelajahi Indonesia.***