Main Bareng Donnie Yen, Federer Buktikan Pesonanya Tak Pernah Padam
Sabtu, 11 Oktober 2025 | 13:00
Penulis: Arif S

Sumber: Pixabay
Roger Federer telah menggantung raket secara profesional, tetapi sorotan dunia tak pernah benar-benar pergi darinya. Shanghai kembali menjadi saksi bagaimana pesona sang maestro tetap hidup, bukan melalui trofi atau ranking, melainkan lewat kehangatan, kolaborasi lintas dunia olahraga dan entertainment.
Juara Shanghai Masters dua kali ini kembali turun ke lapangan di China untuk sebuah pertandingan ekshibisi yang tak kalah meriah dibanding laga resmi.
Federer berpasangan dengan aktor laga ternama Donnie Yen, menghadapi aktor Wu Lei dan mantan bintang WTA Zheng Jie.
BACA JUGA
Roger Federer Selangkah Lagi Abadi di Hall of Fame
Roger Federer Tak Sabar Menonton Aksi Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Roger Federer Kembali ke Australian Open 2026, Nostalgia 4 Mantan Petenis Nomor Satu Dunia
Perpaduan atlet dan bintang film ini menyuguhkan tontonan unik, menghibur, dan penuh tawa.
Dalam pertandingan tiga tie-break yang berlangsung seru, Federer dan Yen meraih kemenangan comeback dengan skor 5-7, 10-8, 7-1.
Meski suasananya santai, Federer tetap menunjukkan kualitas, bukan sekadar dari pukulannya, tetapi juga dari cara ia membangun atmosfer positif di lapangan.
“Saya pikir kalian bermain sangat baik. Terima kasih sudah datang. Saya lihat kalian bersenang-senang,” ujar Federer kepada para aktor China yang mengaku merasa gugup sebelum pertandingan, dikutip dari ATP, Sabtu.
Federer, yang selama kariernya dikenal sebagai simbol keanggunan dan sportivitas, kini mengambil peran baru sebagai duta global tenis yang menyatukan berbagai kalangan.
Ia tak hanya memuji penampilan lawan, tetapi juga menghargai usaha mereka.
“Saya ingin menyampaikan tentang latihan keras mereka untuk mempersiapkan pertandingan, untuk Donnie dan untukmu, Lei. Jie dan saya tidak perlu berlatih sekeras mereka, tetapi melihat semangat di balik sesi latihan, saya harap mereka juga dapat melakukannya setelah pertandingan,” kata Federer.
Federer tahu tenis bukan sekadar kompetisi dan skor. Tenis bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang membawa kegembiraan.
“Dan mungkin juga orang-orang yang menonton dan yang berada di sini di stadion, menunjukkan betapa pentingnya olahraga bagi kehidupan sehari-hari, untuk kebahagiaan. Saya senang kita bisa berbagi lapangan tengah di Stadion Qizhong hari ini.”
Kalimat itu mencerminkan sisi Federer yang paling dicintai publik: seorang legenda yang tetap membumi, selalu mencari cara untuk memberi dampak positif, dan menikmati momen bersama para penggemar.
Menariknya, ini bukan kali pertama Federer hadir di Shanghai setelah pensiun.
Tahun lalu, ia juga memainkan pertandingan ekshibisi dengan format serupa, berpasangan dengan penyanyi dan aktor Eason Chan melawan Zhang Zhizhen dari ATP Tour dan juara tenis meja Fan Zhendong.
Di masa jayanya, Federer seolah punya ikatan emosional dengan Shanghai.
Ia membalas cinta Shanghai tidak hanya dengan trofi, tapi juga kehadiran, cerita, dan inspirasi.
Banyak atlet pensiun lalu menghilang dari publik. Federer justru sebaliknya. Ia tetap ada, tetap relevan, dan terus menyebarkan cinta kepada olahraga yang membesarkan namanya.
Mungkin ia tidak lagi mengejar poin, tetapi setiap kali Federer menginjak lapangan, dunia mengingat satu hal, legenda sejati tidak pernah benar-benar pensiun.***










